Hikmah dari seorang teman...
Suatu saat dia ditugaskan keluar kota, dengan uang saku perjalanan yang lumayan. Dan seperti di kantor2 lainnya, keluar kota itu bisa karena tuntutan pekerjaan, karena reward, atau karena memang bagiannya 'perlu' kesana. Nah, pada case ini, dia keluar kota karena penyebab yang terakhir.
Perginya bersama beberapa orang teman, selama beberapa hari. Begitu sampai tujuan, semua uang saku milik temannya, anggaplah namanya pak Abu, hilang lenyap. Padahal dompet dan tasnya menempel di tubuh.
Sang teman evaluasi... bisa jadi pak Abu kurang infaq. Hmm... tapi kayaknya enggak... Dan kejadian itu hilang ditelan waktu...
Trus pas pulang, teman ini cerita. Sebelum berangkat dia memang sudah berniat untuk membagi uang saku yang didapat ke orang tua, mertua, di infaqkan, dan 'sekadarnya' buat dia.
Dan tahu nggak apa yang terjadi... ternyata dari yang 'sekadarnya' itu, diambil oleh Allah dengan cara dia dibuat lalai pada saat beli barang. Jadi barang yang dia beli begitu pulang dengan harga sekian juta, ternyata harga normalnya jauh di bawah itu. Dan subhanalloh, selisih harga beli dia dengan harga normal sesuai dengan nominal 'sekadarnya'. Pas !
Jadi teringat kisah pak Abu tadi. Bisa jadi... uang pak Abu hilang begitu sampai di tujuan justru karena beliau 'bersih'. Dan Allah SWT gak rela dia tercampur dengan yang syubhat (baca : syubhat lho ya... bukan haram !) Makanya sebelum dia make, langsung dibersihkan dulu sama Allah.
So... hikmah buat aku... hati2 dengan harta... kalau yang haram, udah jelas lah, gak perlu dibahas. Nah, untuk yang syubhat, tetaplah istiqomah, jangan tergoda... karena kalopun kita ambil, Allah SWT punya banyak cara kok buat ngambilnya lagi. Masih beruntung kalo yang diambil 'cuman' harta syubhat tadi, lha kalo ada konsekuensi laennya, jd lbh berat khan... Dan masih beruntung lagi kalau Allah masih mau membersihkan kita. Lha kalo dibiarin... waduuuh... takut ah... karena dibiarkan Allah di dunia, identik dengan seberapa jauh kita dengan Allah SWT.
Naudzubillahi min dzalik.
Semoga kita termasuk orang2 yang dirahmati dan diberkahi Allah SWT. Amien.
0 comments:
Post a Comment