Menulis dalam rangka mengingatkan diri sendiri, tentang materi sabar yang barusan didapat. Tentu saja tetap dengan persepsi dan sudut pandangku sebagai orang yang masih jauh dari berilmu, sehingga semua masukan dan perbaikan akan ditampung...
Semoga bermanfaat...
Sabar itu ada tahapannya yang berurutan :
Tahap pertama, Qonaah.
Menerima apapun yang terjadi pada kita. Menerima bahwa apapun yang terjadi pada kita itu atas kehendak-Nya. Menerima apapun ketentuan Allah yang Dia kehendaki terjadi pada kita. Dan ini membutuhkan ilmu. Dan rahmat-Nya, sehingga kita bisa menerima kehendak-Nya.
Tahapan kedua : Musobaroh.
Meningkatkan kesabaran. Menguatkan kesabaran. Dengan berbagai cara, agar kita tetap berjalan di jalan yang benar. Di jalan yang dikehendaki-Nya. Dan berbagai cara itu, harus diusahakan, diupayakan, supaya kita mendapatkan cara untuk menguatkan kesabaran kita. Jadi memang ada upaya yang sungguh-sungguh untuk mengusahakan peningkatan kesabaran. Ada upaya yang sungguh-sungguh agar kita lebih bersih dan berkembang.
Tahapan ketiga : Murobithoh.
Mendekatkan diri pada Allah SWT. Setelah menerima bahwa apapun yang terjadi atas kehendak Allah SWT, kemudian mencari berbagai cara untuk meningkatkan kesabaran kita, terakhir kita mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Firman Allah SWT dalam QS Al Imron : 200 :
"Wahai orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu (lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertakwalah kamu kepada Allah, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan)."
Trus... kalo kita didholimi, boleh gak melawan... membalas kedholimannya ?
Boleh lah... Hukumnya boleh kita membalas kedholiman dengan yang setara. Cuman... jangan berharap kita mendapat nilai lebih di sisi Allah SWT. Karena... sederhananya, telah impas di dunia. So, kalau mengharapkan nilai lebih, bersabarlah, dan kuatkan kesabaran, dan dekati Allah SWT. Yakinlah Allah SWT tidak tidur. Allah SWT mengetahui dan mencatat semuanya. Dan perbanyak tilawah dan amalan ruh lainnya untuk menjadi penghalang semua kemaksiatan.
Demikian....
0 comments:
Post a Comment