Launch New Anugrah...


Alhamdulillah...

Dengan penuh syukur kami mempersembahkan QESYA di
http://Qesya.com dan http://QesyaShop.blogspot.com hanya untuk Anda, customer loyal dan semua customer Anugrah.

Semoga menambah keberkahan dan keridhoan Allah SWT pada Anugrah offline, Anugrah online, dan semua yang terlibat.

Amien.



Tuesday, November 22, 2011

SABAR, Sifat Orang Beriman -- Part 2


Dicuplik dari Sabar, Sifat Orang Beriman, Tafsir Tematik Al Quran, DR. Yusuf Al Qaradhawi.


*** PART  2

Setiap orang yang ditimpa cobaan diperintahkan untuk bertasbih setelah bersabar, yg mengandung hikmah :
  1. Pensucian Allah dari melakukan sesuatu yang sia2, atau pensucian Allah dari timbulnya sesuatu dari-Nya  yang tidak sesuai dengan kesempurnaan, kemuliaan, dan kebijaksanaan-Nya. Bagaimana mungkin Dia melakukan yang sia2, sedangkan Dia Maha Sempurna, MahaKasih, Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana. Karena itu,  apabila Dia memberikan cobaan kepada sebagian hamba-Nya yang dipilih, maka itu untuk suatu hikmah yang diketahui-Nya, meskipun mereka tidak mengetahui.  
  2. Bahwa di setiap cobaan yang menimpa itu terdapat pemberian Allah SWT; dan di setiap bala terdapat nikmat-Nya yang harus selalu disyukuri dan dipuji.
“Dan kami sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu, dan jadilah kamu di antara orang2 yang bersujud(shalat) dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)” 
(QS Al Hijr : 97 – 99)

“Maka serahkanlah (hai Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang2 yang mendustakan perkataan ini (Al Quran). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur2 (kepada arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, dan Akumemberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh” (QS Al Qalam : 44-45)

Pada ayat di atas dijelaskan : serahkan saja mereka kepada-Ku, jangan engkau mendendam, pasrahkan seluruhnya kepada-Ku, biarkan antara Aku dan mereka, karena Aku mengetahui apa yang harus diperbuat terhadap mereka; Aku Maha Kuasa melakukannya. Kemudian Allah menjelaskan : Kami akan menjebak mereka kepada kehancuran sedikit demi sedikit secara tidak disadari.

“… dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah pemberi keputusan yang sebaik2nya.” (QS Yunus : 108)

“Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang2 yang sabar.” (QS An Nahl : 126)

“Dan sesungguhnya orang2 yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosapun atas mereka. Sesungguhnya dosa itu atas orang2 yang berbuat zhalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat adzhab yang pedih. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesuangguhnya yang demikian itu  hal2 yang diutamakan.” 
(QS As Syura : 41-43)

Sabar yang dikatakan terpuji apabila sabar atas cobaan yang manusia tidak mampu menolaknya atau menghindarinya. Adapun sesuatu yang manusia mampu menolaknya atau menghilangkannya, maka sabar terhadapnya bukan termasuk sabar yang dituntut agama.

Berkata Al Ghazali , “Setiap bala (cobaan) yang manusia mampu menolaknya, maka tidak diperintahkan untuk bersabar, tetapi diperintahkan untuk menghilangkan sakitnya tersebut. Sabar  itu hanya terhadap kesakitan yang manusia tidak mampu menghilangkannya.”

Al Quran tidak cukup hanya memerintahkan kepada kaum mukminin sekadar bersabar begitu saja, tetapi juga menuntut tingkat selanjutnya setelah sabar, yaitu musabarah (melipatgandakan kesabaran).

“Hai orang2 yang beriman, bersabarlah kamu, dan tingkatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga (untuk jihad), dan bertakwalah kepada Allah SWT, supaya kamu berhasil.” (QS Ali Imran : 200)

Kesabaran terhadap ketaatan dilakukan dalam 3 tahap :
1.       Sebelum ketaatan :  membetulkan niat, ikhlas, membersihkan ganguan riya, dan memperkukuh keikhlasan dan kesetiaan.
2.       Dalam pelaksanaan; agar tidak melupakan Allah SWT ketika melaksanakannya dan tidak mengabaikan adab dan sunnah2 Nya, agar selama pelaksanaan, sejak dari awal hingga akhir, berlangsung sesuai syarat dan adab yang ada, kemudian bersabar selalu memeliharanya. Bersabar sampai sempurnanya amal perbuatan yang dikerjakan.
3.       Setelah selesai pelaksanaan, diperlukan sabar untuk tidak menyiarkan  atau  memamerkannya karena riya dan popularitas; sabaruntuk tidak ujub dalam melihat hasilnya; dan sabar dari segala sesuatu yang dapat membatalkan amalnya. Orang yang tidak bersabar darimengungkit2 dan mnyakiti setelah bershodaqah berarti dia telah membatalkan amalnya.


Gambar diambil dari sini.

0 comments: