Dicuplik dari Sabar,
Sifat Orang Beriman, Tafsir Tematik Al Quran, DR. Yusuf Al Qaradhawi.
*** PART 2
Setiap orang yang ditimpa cobaan diperintahkan untuk
bertasbih setelah bersabar, yg mengandung hikmah :
- Pensucian Allah dari melakukan sesuatu yang sia2, atau pensucian Allah dari timbulnya sesuatu dari-Nya yang tidak sesuai dengan kesempurnaan, kemuliaan, dan kebijaksanaan-Nya. Bagaimana mungkin Dia melakukan yang sia2, sedangkan Dia Maha Sempurna, MahaKasih, Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana. Karena itu, apabila Dia memberikan cobaan kepada sebagian hamba-Nya yang dipilih, maka itu untuk suatu hikmah yang diketahui-Nya, meskipun mereka tidak mengetahui.
- Bahwa di setiap cobaan yang menimpa itu terdapat pemberian Allah SWT; dan di setiap bala terdapat nikmat-Nya yang harus selalu disyukuri dan dipuji.
“Dan kami sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan
apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu, dan jadilah
kamu di antara orang2 yang bersujud(shalat) dan sembahlah Rabbmu sampai datang
kepadamu yang diyakini (ajal)”
(QS Al Hijr : 97 – 99)
“Maka serahkanlah (hai Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang2 yang
mendustakan perkataan ini (Al Quran). Nanti Kami akan menarik mereka dengan
berangsur2 (kepada arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, dan Akumemberi
tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh” (QS Al Qalam :
44-45)
Pada ayat di atas dijelaskan : serahkan saja mereka kepada-Ku,
jangan engkau mendendam, pasrahkan seluruhnya kepada-Ku, biarkan antara Aku dan
mereka, karena Aku mengetahui apa yang harus diperbuat terhadap mereka; Aku
Maha Kuasa melakukannya. Kemudian Allah menjelaskan : Kami akan menjebak mereka
kepada kehancuran sedikit demi sedikit secara tidak disadari.
“… dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah
pemberi keputusan yang sebaik2nya.” (QS Yunus : 108)
“Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang
sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kamu. Akan tetapi jika kamu bersabar,
sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang2 yang sabar.” (QS An Nahl : 126)
“Dan sesungguhnya orang2 yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada
suatu dosapun atas mereka. Sesungguhnya dosa itu atas orang2 yang berbuat
zhalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu
mendapat adzhab yang pedih. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan,
sesuangguhnya yang demikian itu hal2
yang diutamakan.”
(QS As Syura : 41-43)
Sabar yang dikatakan terpuji apabila sabar atas cobaan yang
manusia tidak mampu menolaknya atau menghindarinya. Adapun sesuatu yang manusia
mampu menolaknya atau menghilangkannya, maka sabar terhadapnya bukan termasuk
sabar yang dituntut agama.
Berkata Al Ghazali , “Setiap bala (cobaan) yang manusia
mampu menolaknya, maka tidak diperintahkan untuk bersabar, tetapi diperintahkan
untuk menghilangkan sakitnya tersebut. Sabar
itu hanya terhadap kesakitan yang manusia tidak mampu menghilangkannya.”
Al Quran tidak cukup hanya memerintahkan kepada kaum mukminin
sekadar bersabar begitu saja, tetapi juga menuntut tingkat selanjutnya setelah
sabar, yaitu musabarah (melipatgandakan kesabaran).
“Hai orang2 yang beriman, bersabarlah kamu, dan tingkatkanlah
kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga (untuk jihad), dan bertakwalah kepada
Allah SWT, supaya kamu berhasil.” (QS Ali Imran : 200)
Kesabaran terhadap ketaatan dilakukan dalam 3 tahap :
1.
Sebelum ketaatan : membetulkan niat, ikhlas, membersihkan
ganguan riya, dan memperkukuh keikhlasan dan kesetiaan.
2.
Dalam pelaksanaan; agar tidak melupakan Allah
SWT ketika melaksanakannya dan tidak mengabaikan adab dan sunnah2 Nya, agar
selama pelaksanaan, sejak dari awal hingga akhir, berlangsung sesuai syarat dan
adab yang ada, kemudian bersabar selalu memeliharanya. Bersabar sampai
sempurnanya amal perbuatan yang dikerjakan.
3.
Setelah selesai pelaksanaan, diperlukan sabar
untuk tidak menyiarkan atau memamerkannya karena riya dan popularitas;
sabaruntuk tidak ujub dalam melihat hasilnya; dan sabar dari segala sesuatu
yang dapat membatalkan amalnya. Orang yang tidak bersabar darimengungkit2 dan
mnyakiti setelah bershodaqah berarti dia telah membatalkan amalnya.
Gambar diambil dari sini.

0 comments:
Post a Comment