Thursday, November 27, 2025

Pengelolaan Dana Pensiun

 Pengelolaan dana pensiun ini relatif ya. Sangat tergantung kondisi masing2.

In my case di postingan sebelumnya, setelah dapat insight untuk infaq dan disimulasikan di xls ternyata oke dan sangat menenangkan, jadi terpikir : kalau infaq bisa, kenapa gak dicoba untuk biaya hidup ?

Karena selama ini, meskipun simulasi sudah dibuat, tapi masih agak mengganjal di kepalaku : kenapa pensiun masih harus menyisihkan dana, dalam arti masih harus menabung. Bukannya menabung itu untuk pensiun ya. Jadi kenapa setelah pensiun masih harus menabung ?

Ini menabung aktif maksudnya ya, di luar dana kesehatan, dana darurat, dan dana2 lain yang sudah pasti akan dikeluarkan yang memang harus sudah dicadangkan.

Di luar itu semua, kenapa masih harus menabung di usia pensiun ?

Ternyata kegalauan ini juga terjawab dengan insigt pengelolaan infaq dipostingan sebelumnya. Jadi saat fokus ke infaq, ternyata kehidupan dibantu dan dimudahkan Allah. Aamiin... 

Mirip dengan infaq, alokasi dana pensiun yang kami dapat, setelah dikurangi segala macam yang memang wajib dialokasikan, tadinya akan disimpan dalam sukuk / deposito. dan bagi hasilnya untuk tambahan biaya hidup bulanan.

Tapi mirip dengan infaq, ternyata ini agak mepet. Tidak ada lagi alokasi untuk umroh tiap 2th misalnya. Padahal kan realitanya uang ada. Tapi kenapa kudu ngirit2 ?

Jadi kita coba simulasikan ulang, dg uang pensiun untuk biaya hidup ini kita ambil 50jt per tahun. Dengan pertimbangan, umroh sekitar 35jt, sehingga mustinya cukup untuk umroh setiap 2th.

Dan tarrrraaaa... ternyata semua saldo jadi positif dan tidak mepet lagi. Means gak perlu ngirit2 lagi. Dan satu lagi yang menyenangkan, kita gak tergantung lagi sama bagi hasil, sehingga tidak harus sukuk / deposito :-) 

Dah... sepertinya ini sudah opsi terbaik yang perlu dilakukan... 
Sudah jauh lebih tenang dan gak ada kegalauan... tinggal istikhoroh untuk memohon ridho Nya... insya Allah...

Road to 2nd Curve : Mengelola Dana Infaq dari Pensiun

Kami punya yayasan beasiswa Anugrah Shidqia, yang sudah 3 tahun memberikan beasiswa untuk mahasiswa berupa uang + pelatihan.

Pertanyaan terbesar saya menjelang pensiun adalah : apakah kami masih mampu untuk menghidupi Anugrah Shidqia pasca pensiun ?

Dari uang pensiun yang didapat, kami coba simulasikan dipotong 2,5% untuk zakat, dan 20% untuk infaq. Dari porsi ini, apakah cukup untuk infaq minimal yang sudah kami rencanakan ? Cukup untuk Anugrah Shidqia juga kah ?

Seperti biasa, untuk simulasi saya selalu menggunakan xls yang kami namai invest plan, yang isinya simulasi cash flow beberapa tahun ke depan. Di-mapping-kan semua pemasukan dan pengeluaran, kemudian di cek saldo nya per bulan. Ditarik dan dibuat simulasinya sampai beberapa tahun ke depan. Sampai aman lah intinya. Kalau dulu, sampai masukin anak2 kuliah. Atau kalau mau beli mobil misalnya, maka kami simulasikan di xls ini, kalau ada saldo yang minus, berarti ada yang perlu disesuaikan.

Kembali ke infaq tadi. setelah 22.5% uang pensiun kami masukkan ke xls simulasi dengan cara yang sebelumnya saya post (slot ZIS 22.5% dimasukkan ke sukuk / deposito, dan diambil bagi hasilnya sebagai pemasukan), ternyata Anugrah Shidqia hampir tidak mendapat slot sama sekali.

Galau aku. Dan sedih. Dan masih agak bingung. Bukannya punya uang banyak (uang pensiun). Tapi kenapa gak bisa menghidupi Anugrah Shidqia. Rasanya ada yang belum pas. 

Akhirnya dapat insight. Dari Allah tentu.

Jadi kenapa musti disimpan semua dan hanya diambil bagi hasilnya ? Mau sampai kapan disimpan ? Sementara infaq yang dibutuhkan di depan mata kenapa tidak bisa dialokasikan ?

Ide yang diberikan Allah adalah : pakai saja dulu. Ambil sesuai kebutuhan. 

Jadi kami simulasikan ulang. Setiap bulan dari slot ZIS ini kami alokasikan >15jt untuk Anugrah Shidqia dan beberapa infaq lainnya. Dan ternyata jauh lebih menenangkan. Infaq tidak perlu menunggu bagi hasil lagi. Dan ternyata kekuatan untuk mendanai infaq2 ini insya Allah masih cukup.

Jadi bismillah... biidznillah... 


Tuesday, November 4, 2025

Road to 2nd Curve : Menghitung Kekuatan Keuangan

 Sekarang saatnya menghitung kekuatan pasca pensiun.

Sudah ketemu formula2 sebelumnya kan ya, asumsinya :
Kesehatan : LM : 300jt
Dana darurat : LM : 300jt
Pendidikan anak : Deposito : 50jt.

Di luar ini, alhamdulillah kami ada infaq rutin yang utamanya untuk yayasan beasiswa Anugrah Shidqia. Sehingga kami perlu mengecek kekuatan anggaran pasca pensiun juga untuk slot yang ini.

Sudah menghitung prediksi total biaya bulanan pasca pensiun juga kan ? Anggaplah nilainya 25jt. Plus infaq dll 10jt. Sehingga bulanan 35jt.

Nah, sekarang kita hitung apakah dengan lumpsum dan pensiun yang didapat cukup untuk menopang pengeluaran yang sudah kita rencanaan ?

Sudah dapat besaran lumpsum nya kan.
Kurangkan dengan biaya kesehatan, dana darurat, dan pendidikan anak. Anggap nilainya jd Y.

Nah, Y ini kalau kita depositokan syariah, atau sukuk syariah, kira2 bagi hasil per tahunnya berapa. Anggap kalau sukuk 6%, dan deposito 5%. 

Maka bagi hasil bulanan yg didapat = Y * 5% /12 = X.

Sehingga bulanan yang diperoleh setelah pensiun = uang pensiun bulanan + X.

Terakhir tentang persiapan keuangan, untuk tahu kekuatan keuangan kita pasca pensiun, bandingkan prediksi pemasukan bulanan ini dengan pengeluaran bulanan.

Kalau pemasukan belum lebih besar dari pengeluaran, maka bisa dilakukan penyesuaian2, baik di pengeluarannya ataupun pemasukannya, sampai tercapai pemasukan > dari pengeluaran.

Nah, hasil penyesuaian inilah menjadi acuan gaya hidup yang cocok, pas, dan make sense dengan jumlah uang yang akan diterima nanti saat pensiun.

Atau sederhananya gini... 

Kebutuhan yang harus dicadangkan : A (kesehatan + darurat + pendidikan anak)
Lumpsum : B
Anggaran yang dimiliki untuk hidup : Y = B - A.

Bulanan : 
Pensiunan bulanan : Z.
Bulanan dari lumpsum : X = Y * 5% /12
Sehingga pemasukan bulanan : Z = X.

Pengeluaran bulanan : N.

Nah, harus X > N. Kalau blm lebih besar, maka lakukan penyesuaian (perubahan gaya hidup), bisa penyesuaian di pemasukan, ataupun di pengeluaran. 

Semoga bermanfaat dan mencerahkan ya... :-) 

Friday, October 31, 2025

Persiapan Pensiun Berikutnya : Pengeluaran Bulanan

 Masih di serial persiapan pensiun, sebelumnya sudah posting persiapan yang perlu dilakukan : grand why, dan keuangan : dana kesehatan, dana darurat, dan pendidikan anak.

Nah sekarang persiapan berikutnya, masih tentang persiapan keuangan. Tapi kali ini, menghitung berapa kira2 keperluan bulanan pasca pensiun. Dan seberapa kekuatan keuangan kita pasca pensiun.

Ini sangat perlu dilakukan, supaya tidak besar pasak daripada tiang. Supaya kita tidak terlalu mengirit dan hidup sulit padahal uang di tangan karena kekhawatiran yang berlebihan tentang masa depan. Ataupun kebalikannya, hidup dibebaskan sesuai keinginan tanpa menghitung kira2 bagaimana kekuatan keuangan ke depan. Jangan sampai tabungan yang disiapkan untuk berbagai hal jadi terpakai tidak sesuai peruntukannya, hanya karena kita tidak menyiapkan keuangan bulanan.

Jadi bagaimana menyiapkannya ?

Pertama, hitung berapa pengeluaran kita per bulan saat ini. Detil per item. Sudah punya kah ? Kalau belum, segeralah dibuat. Yang ini mah tidak hanya untuk persiapan pendi. Tapi memang perlu untuk perencanaan keuangan kita. Wajib itu.

Nah, dari pengeluaran bulanan saat ini, dipilih lah itu item2 yang tidak akan dikeluarkan lagi kalau pensiun. Misal, biaya perjalanan, biaya makan siang di kantor. 

Tambahkan biaya yang tadinya gak ada, tapi kalau pensiun jadi ada, misal : makan siang di rumah.

Jangan lupa masukkan biaya untuk keinginan2 kita, misal : umroh / jalan2 setiap 3th, Ini diperkirakan aja biayanya kira2 butuh berapa, kemudian split ke biaya per bulan. Misal, umroh sekarang anggaplah per orang 30jt, kita ingin 3th sekali umroh. Maka biaya bulanannya berarti : 30jt : 3 : 12 = 830rb.

Masukkan juga biaya makan di resto. Diperkirakan sesuai gaya hidup yang kita inginkan saat pensiun nanti.

Kalau sudah semua masuk, dijumlahkan semuanya.

Jangan lupa, buatnya di xls saja ya, supaya semua rincian dan total tetap ada, dan kalau dibuat simulasi di akhir nanti lebih mudah.

Misal, ternyata dengan gaya hidup optimis yang kita inginkan, nanti ternyata gak mencukupi. Maka kita bisa membuat simulasi seperti apa gaya hidup yang mencukupi. Bisa jadi dengan mengubah umroh menjadi 5th sekali. Atau cukup sekali. Atau biaya ke resto yang dikurangi. Ada banyak simulasi yang bisa dibuat ke depannya.

Ini tentang menghitung perkiraan pengeluaran bulanan pasca pensiun.

Bagaimana menghitung kekuatannya ? Next postingan ya... :-)

Road to 2nd Curve : Apa yang perlu disiapkan ?

 Di postingan sebelumnya sudah diceritakan latar belakangnya kan ya.

Sekarang mau cerita persiapannya. Plan nya.

Pertama keuangan

Dengan pertanyaan utama : Apakah cukup kuat untuk mengambil pendi ?

Apa saja sih keuangan yang perlu disiapkan kalau mau pensiun ataupun pendi. Dan berapa. Dari seluruh aset atau dari uang pendi ?

Dari belajar otodidak, googling2, ditambah nanya ke AI, muncullah item dan formula untuk persiapan pensiun ataupun pendi ini.

Kesehatan 

Besarannya aku refer ke operasi lutut ibu yang butuh sekitar 100jt per lutut. Jadi per orang anggaplah perlu prepare 150juta. Mustinya 2 lutut per orang sih, jd 400juta. Tapi dari berbagai sumber yang dirangkum, semoga 300juta untuk dana kesehatan pasca pensiun 2 orang cukup lah.

Trus dalam bentuk apa ? 

Karena dana kesehatan ini selain butuh liquid, juga perlu diamankan nilainya. Kenapa liquid ? Ya supaya pada saat dibutuhkan, dia mudah dan bisa cepat ready untuk digunakan. Bayangkan kalau dalam bentuk property, untuk jualnya bisa nunggu beberapa tahun kan. Dan kenapa perlu diamankan nilainya ? Supaya pada saat dibutuhkan, nilainya masih setara dengan pada saat disimpan. Anggaplah kalau pada saat disimpan 100juta cukup untuk operasi 1 lutut, maka kalau suatu saat kita butuh operasi lutut, maka nilai yang kita simpan diharapkan masih cukup.

Nah, apa yang liquid dan cocok untuk mengamankan nilai ? Jawabannya : logam mulia. Jd nnote : persiapan keuangan pertama adalah dana kesehatan sebesar 300jt untuk 2 orang yang kudu disimpan dalam bentuk logam mulia.

Dana darurat

Ya ini perlu disiapkan kalau ada apa2 yang entah apa gt kan ya, refer ke berbagai sumber dan AI, yang googling dan buka referensinya bolak balik bolak balik sampai eneg, ya anggaplah perlu sekitar 300juta.

Dan ini juga kudu liquid dan diamankan nilainya kan ya. Sehingga untuk yang ini, juga dalam bentuk LM.

Pendidikan Anak

Nah, penting ini. Beda2 tergantung situasi masing2. Kebetulan nanti anakku tinggal yang bontot yang masih kuliah. Dan itupun tinggal 2 sd 3 th lah. Jd anggap 50jt lah ya, untuk prepare bontot dan kakaknya. 
Dalam apa nyimpennya ? Ini keknya butuh liquid, dan bisa mudah diambil sebagian2. Jd sepertinya dalam bentuk deposito. Untuk kemudahan ambil sesuai kebutuhan.


Trus apa lagi ? 

Yang utama 3 itu sih. Plus karena sudah panjang, jadi next postingan lagi ya. :-) 

Thursday, October 16, 2025

Road to 2nd Curve

 Sudah pada paham kalau sekarang hidup lagi sulit kan ya. Bisnis lagi berat. Jangankan yang UKM, BUMN ataupun pemerintahan saja juga kencangkan ikat pinggang. Aneh juga ya, kalau semua sulit, trus kemana uang itu mengalir. Pasti ada kan ya. Tp sudahlah, bukan ini yang ingin aku bahas.

Nah, karena kantor lagi sulit, jdnya terjadi pengetatan dimana2. Gak hanya di anggaran, tapi juga di jam kerja. Sehingga disiplin digalakkan lagi. Datang jam 8 balik jam 5. Mungkin wajar ya. Apalagi banyak juga yang lembur ataupun datang lebih awal.

Tapi buatku, ternyata sulit. Lumayan banyak yang harus dikorbankan. Karena pagi itu waktu efektif ku, utk tilawah, olah raga, dan sarapan. Dan ini jadi skip semua.

Awalnya masih diusahakan. Tapi ternyata fisik kena duluan. Vonis muncul : kateter jantung krn ada penyumbatan. Untung gak banyak, msh bisa diperbaiki dengan jaga makan dan olah raga.

Problem berikutnya, transportasi juga skrg padat luar biasa. Transportasi paling cepat dr rmh ke kantor msh KRL. Sbtr sih naik krl nya, tapi skrg itu padatnya minta ampun. Dan idem, tadinya masih diusahakan. Tapi ternyata lututku protes. Makin sakit dia.

Plus satu kebetulan lagi, ada issue di kantor akan ada pensiun dini dengan pesangon lumayan. Sepertinya klop ya. Pas aku kesulitan ada kesulitan yang susah dihindari, dan tyt kemungkinan besar ada solusinya.

So, here i am. Bersiap untuk mengambil program pensiun dini.

Apa yang disiapkan ? 

Pertama. the grand why dulu lah. Supaya gak hilang pegangan begitu itu terjadi ataupun tidak.

Jadi kenapa ambil pendi ? Ya karena tuntutan kantor sudah gak memungkinkan untuk diseimbangkan dengan aktifitas untuk menjaga kondisi fisik dan ruh. 

Sehingga yang harus dijaga kalau nanti jadi pendi, jangan lupa niat awal utk menjaga aktifitas fisik dan ruh. Jangan leyeh2 dan drakoran terus.

Pengen juga lebih rutin nemenin orang tua. Ngajak jalan. Ngajak makan.

Trus gmn, apa persiapan berikutnya ? Next postingan lah ya. Sudah panjang yang ini :-) 

Thursday, September 4, 2025

Sakit

 Ayahku sakit. Mendadak.

Sore masih bisa jalan, masih bisa makan sendiri di meja makan. Malam tahu2 berdirinya goyah. Dan pagi sudah tidak bisa memiringkan badan. Bicara juga susah. 

Langsung kita bawa ke RS, opname. Keluar. Dan gak lama opname lagi. Dan sekarang rawat jalan di rumah lagi.

Sudah bisa makan. Sudah jelas bicara. Bisa panggil aku pas berjarak sekian meter juga. Udah alhamdulillah lah. Ya walaupun masih belum kuat untuk duduk sendiri. 

Kebetulan saya 4 bersaudara, dan semuanya di Depok. 2 orang satu komplek dengan ayah, 1 orang komplek sebelah, dan 1 lagi cukup jauh tapi masih di Depok. Jadi banyak yang bisa ngurus ayah.

Trus ngobrol sama suami. Nanti kita tua kalau tahu2 sakit kek gitu gimana. Karena anak2 cewek semua. Belum tentu ada yang rumahnya dekat dengan kami.

Aku bilang, Allah ngasih ujian sudah dengan perangkatnya. Jadi nanti kek apa ? Ya Wallohualam. Tapi kita percaya aja lah kalau Allah yang akan menjaga kita, sejauh kita masih di jalan Nya.

Wallohualam bishowab

Tuesday, July 29, 2025

Dunia itu ketetapan

 Sering denger kalimat : dunia itu ditetapkan, sementara akherat itu diperjuangkan. Sering  denger kan ?

Aku juga. Tapi ternyata, paham dengan kalimat ini baru-baru ini. Itupun kalau sekarang sudah bisa dibilang paham. Mungkin memang perlu bertahap utk paham ya. Sesuai peningkatan iman kita. Sesuai kapasitas kekuatan kita.

Setelah berbagai ujian menerpa, dan setelah mendengarkan berbagai kajian, baru sedikit2 kami paham.

Dunia itu ditetapkan. Apa impactnya ? Dilakukan saja sesuai porsinya. Karena porsi inilah yang diberikan Allah ke kita. Pada saat itu. Pada saat yang lain bisa jadi berbeda. Tapi pada saat itu, porsi kita yang diberikan Allah itu. Jadi lakukan saja sesuai porsinya.

Aku pernah ngotot melebihi porsiku. Saat itu walaupun bukan mengejar uang (yang nota bene dunia sering dinisbatkan ke uang), tp mungkin aku mengejar aktualisasi diri. Mengejar pengakuan. Penerimaan. Dan mengejar penasaran : apakah aku bisa. Dan itu dunia.

Apa yang terjadi ?

Masalah menimpa. Bolak balik. Bertumpuk2. Dan karena merasa gak mengejar uang, juga gak mengejar jabatan, ego ku masih merasa : aku gak mengejar dunia kok... Kan manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain..

Baru akhir2 ini aku sadar, itu hanyalah excuse. Atau bisa jadi karena pemahamanku dan kualitasku masih segitu. Ternyata 'yang paling bermanfaat' ini juga perlu di framing dulu bahwa dunia itu ketetapan, sedangkan akherat itu diperjuangkan.

Jadi sekarang ini, sebelum memaksimalkan usaha dan nge gas habis, cek dulu, ini dunia atau akherat. Kalau dunia, ya kerjakan sesuai porsinya, karena Allah memang lebih senang porsiku disitu segitu. 

Tapi kalau akherat, nah, gas pol, usahakan maksimal. 



Thursday, July 24, 2025

Ketika anak cewek kita menikah

 Aku mantu 5 bulan yang lalu. Dan ternyata sampai hari ini masih kudu adaptasi dan banyak2 bersabar. 

Awalnya gesekan sangat banyak. Kaget. Sejak dari prosesnya. Pertimbangan dan masukan2 kami gak jadi pertimbangan lagi. Ijin jadi bukan ijin lagi, relatif hanya jadi pemberitahuan. Dan yach... masih agak gamang menjalaninya.

Anakku cewek. Sudah tahu donk kalau anak cewek nikah, prioritas pertama memang ke suaminya. 

Aku googling syariatnya bagaimana. Juga konsul ke beberapa guru yang kredibel untuk memberi nasehat. Dan ternyata ada panduannya. 

Memang kalau anak cewek nikah, dah dilepas saja. Diikhlaskan. Ortu tinggal lihat saja, kalau dia menjalani kehidupan berkeluarganya sesuai syariat, ya berarti kita sudah bagus mendidiknya. Udah sampai situ saja. 

Ada juga tuntunan, ternyata sebaiknya tidak serumah dengan orang tua.

Tapi ya jujur aja, melaksanakannya sulit. 

Masih berusaha untuk bisa merem, gak usah pakai gak tega, kecuali kalau ada permintaan yang disampaikan. 

Sebenernya kita dulu juga sering ke ortu2 yg anaknya sdh pada menikah kita nasehatin kek gt ya. Ternyata gampang buat dinasehatkan ke org lain, tp ngejalaninnya susahnya pol.

Jadi gmn ? Ya masih berusaha utk melepas. merem. mengikhlaskan. :-) 

Monday, July 22, 2024

GIIAS

Kemarin untuk pertama kalinya kami ke GIIAS. Dan fyi, kami gak biasa ke pameran apapun. Gak nyaman dengan begitu banyaknya orang dan parkir yang susah. Tapi karena ini GIIAS, plus mobil dah cukup berumur, plus kabarnya di GIIAS banyak diskon + tawaran macam2. Jadilah kami sepakat berangkat.

Perjalanan lancar. Parkir di IEC full, jadi kami hanya dapat parkir dekat Editown 2, ke lokasi GIIAS pakai shutte. Masih nyaman lah. Nah turun dari shuttle yang kaget. Roame pol. Kalau GIIAS serame itu, kek gimana PRJ ya..

Udah gitu, masuknya dr hall 11, yang isinya truk dan motor. Dan gak ada peta yg bs diminta kek di dufan gitu. Wajar sih, ini kan pameran ya. Gak worth kali ya cetak peta kek gt. Untung ada cukup banyak panitia yang informatif sehingga tidak begitu lama kami sampai juga di hall 5 sd 3A, lokasi brand2 mobil yang kami tuju.

Lumayan nyaman sih, dan memang enak, karena kita bisa melihat dan membandingkan langsung berbagai brand mobil. Mobil yang jadi tujuan utama kami ke GIIAS ternyata mengecewakan, fitur dan interior nya tidak sesuai dengan harga yang dibandrol. Juga gak sesuai dengan ekspektasi kami. Padahal lokasi booth nya lmyn mencil loh, dan kami sejak pintu masuk khusus langsung menuju ke booth ini. Tapi yasudlah.

Mulai lah kami melihat2 brand lain dengan tipe mobil yang sejenis dan budget yang seperti yang kami inginkan. Karena memang brand mobil yang dipamerkan sangat banyak, plus masing2 brand juga menampilkan tipe mobil yang banyak, jadinya kami fokus hanya pada brand2 tertentu, plus tipe yang sesuai budget kami.

Dan dari lihat2 di GIIAS itu, yang tadinya pilihan utama A, dan opsi berikutnya B dan C. Eh, tahu2 belinya Z :-)

Kenapa ? Interior bagus, Fitur banyak, Diskon gede pol, ini pulang dari GIIAS sudah kita cek ke beberapa dealer, ternyata diskon yang kita dapat di GIIAS memang oke. Bisa trade in, bisa cicil syariah dengan bagi hasil yang khusus promo GIIAS juga. Plus tanda jadinya gak gede.

Dah gitu aja dulu. Mau rapat lagi :-)

Tuesday, December 12, 2023

Kolesterol

Sudah hampir 10 tahun, setiap GCU, kolesterolku selalu 240. Tapi gak ada keluhan berarti. Jadi aku juga cuek saja. Apalagi kata bu dokter kalau gak ada keluhan gak perlu minum obat.

Nah, kemarin lagi iseng. Mumpung bu dokter lagi di rumah, jadi pengen aja di cek. Tapi karena gak ada keluhan, dan iseng aja supaya kek diperhatiin gt sama anak2, jadinya aku cuman cek tensi sama kolesterol. 

Eeehh... tahu2 kolesterolnya 200. Turun dari 240 yang sudah bertahan selama 10 tahun, gak naik gak turun. 

Jadi pikir2, dan terus heran. Karena relatif makan tetap, gaya hidup juga tetap. Olah raga ya gitu2 aja, gak ada yang spesial yang sudah tak lakukan untuk menurukan kolesterol. Jadi kenapa bisa turun ?

Tahu2 bu dokternya bilang, umi sekarang sudah lebih ikhlas kali, gak gampang sakit hati an...

Hah ? Emang bisa ya ? Ngaruh ya ke kolesterol ?

Tapi kalau dipikir2, iya sih, alhamdulillah... 

Sekarang banyak pencerahan sepertinya. Kek yang pernah tak tulis di blog ini juga, aku sempat ngalamin jatuh bangun dengan ujian2 Nya.

Sekarang jadi jauh lebih -- dan masih berusaha terus -- untuk menerima ketetapan - Nya.

Kalau ada yang nyakitin aku, berusaha langsung ingat, bahwa sebenarnya Allah lah yang sedang mengujiku. Dan orang itu hanya sarana. Kalaupun dia tidak melakukan, maka Allah akan menghadirkan orang lain yang akan menjalankan peran untuk ujianku. Jadi aku gak perlu marah2 ke ybs gak perlu juga sakit hati. Karena Allah yang menghadirkan ujian itu untuk perbaikanku.

Fokus pada konteks nya, pada ujian yang diberikan-Nya, pada proses pembersihan jiwa yang perlu terus aku lakukan. Dan jangan tergeser dengan objek yang menjadi sarana Allah untuk proses ini.

Begitu pula sebaliknya, kalau mendapat kenikmatan, selalu berusaha mengingat bahwa Allah lah yang memberikan kenikmatan itu, sehingga sedih tidak terlalu sedih, dan gembira juga tidak berlebihan. Dan gak sombong juga, gak riya, karena semua kemampuan juga hanya karena diberikan oleh Allah.

Jadi, kalau mau menurunkan kolesterol, bisa tuh dicoba. Selamat berjuang :-)

Friday, October 20, 2023

Perimenopause

 Dulu kala, pernah berharap banget menopause datang lambat2 saja. Sampai suatu saat, ibuku kena kanker -- alhamdulillah sekarang sudah sembuh -- dan saat itu barulah dirunut silsilah ke atas. Ternyata memang cukup banyak riwayat kanker di keluarga besar kami, terutama yang wanita. Dengan kata lain, aku beresiko tinggi untuk terkena kanker.

Apa hubungannya dengan menopause ? Karena saat itu juga aku baru tahu, kalau menopause sehat di usia 45 - 55 th. Kalau setelah usia tadi masih belum menopause, maka resiko kanker akan lebih tinggi.

Maka jadilah aku sekarang menunggu masa2 menopause, menjelang menopause, atau istilahnya perimenopause. Tapi kalau aku dengan anak2, kami buat istilah : menipeese (baca : menipis).

Apa gejala menopause ? Katanya sih beda2 ya, tergantung kondisi setiap orang. Ya iyalah, kalau kondisi saat mens aja beda2, gimana kondisi menjelang menopause.

Di aku, yang jelas sering sakit kepala, terutama kalau menjelang mens. Ini gak kebayang sebelumnya. Karena aku dulu hampir gak pernah sakit kepala. Kadang sakit banget sampai harus disandarkan terus kepalanya, kadang berlangsung cukup lama, tapi kadang sakit kepalanya gak gitu berat dan cuman sebentar. Dan sakit kepala ini tiba2 saja datangnya, perginya juga tiba2 saja. Gak ada tuh oh karena kemarin kehujanan, jadi sekarang sakit kepala. Atau oh karena bangun tidur, jadi sakit kepalanya ilang. Gak tuh. Semua sepertinya tiba2. Tahu2 sakit kepala, dan nanti tahu2 juga hilang. Tanpa obat, tanpa terapi.

Gejala lain, jadi cepat capek, pegal2. Dulu aku sering mengerjakan banyak hal. Bayangkan aja, di masa anak2 yang 3 orang itu kecil2 plus 1 bayi belum setahun, aku bekerja, sambil buka usaha. Gak tanggung2, 3 offline + 1 online. Plus produksi sendiri dari nol, dengan ngajarin jahit mbak yang biasa momong anak2. Benar2 dari nol. Kebayang kan gimana pontang pantingnya aku dulu. Saat itu gak berasa pontang panting sih, cuman berasa memanfaatkan waktu dengan optimal.

Nah, sekarang tuh, semangat sih masih ada ya. Tapi begitu sehari aku (terlalu) semangat seperti dulu, maka besoknya aku ambruk, kecapekan. Lemas. Makanya sekarang kudu bener2 tahu diri, menjaga diri sendiri, sadar diri kalau umur sudah mau setengah abad. Semangat boleh, tapi kudu tetap ingat umur. 

Makanya sekarang kan lagi merintis lagi nih jadi produsen baju renang ya, mana semuanya masih ditangani sendiri karena aku masih berharap bisa paham dulu semua prosesnya, sehingga pada saatnya punya karyawan nanti bisa tak ajari. Jadinya banyak2 slow down dulu deh, menahan diri, walaupun banyak tawaran untuk meningkatkan bisnisnya, tapi sementara aku rem dulu. Gpp, bisnis yang terlalu cepat berlari, terlalu tinggi spec mesin, sementara body nya belum siap, kemungkinan untuk rontok juga lebih besar. 

Thursday, August 31, 2023

Adil pada Anak

 Saya pernah dipangil psikolog sekolah, saat itu anak saya kelas 6 SD. Karena memang sebelumnya saya tahu ada program Pendidikan seksualitas di sekolah, jadi saya pikir semua dapat panggilan seperti saya. Tapi sudah mulai agak heran ketika saya ditelpon terus dan dipastikan kehadirannya.

Okelah, saat terima rapor, saya mampir ke psikolog memenuhi undangan. Dan tiba2 psikolog  bilang : Anak ibu terpapar pornografi.

Tersambar petir di siang bolong. Tapi saya masih waras. Okelah, kudu sabar dan tenang. Bisa jadi psikolog ini benar, tapi bisa jadi tidak. Adem dulu. Sambil berpikir apa yang musti saya lakukan.

Saya tanya psikolognya, tahunya dari mana.

Kata psikolog, sebelumnya ada wawancara dengan semua anak. Dan anak saya termasuk yang terindikasikan terpapar pornografi.

Hmm, ok. Saya tanya lagi, Bagaimana teknis wawancaranya ?

Psikolog : sebenarnya bukan saya sendiri yang melakukan wawancara, tetapi ada volunteer yang membantu. Anak2 berkumpul beberapa orang, diajak diskusi, dan diberi beberapa pertanyaan. Jawaban dan ekspresi mereka yang menjadi acuan apakah mereka terpapar atau tidak.

Ok, masih bisa diterima, tapi sudah satu catatan, psikolog tidak berinteraksi dan mengevaluasi langsung anak saya.

Saya kejar lagi, jawaban dan ekspresi seperti apa yang menjadi indikasinya ?

Psikolog : biasanya mereka terlihat malu atau menyembunyikan sesuatu.

Saya tanya lagi : Ada catatannya nggak ya, aapa jawaban anak saya dan bagaimana ekspresinya sehingga dia diindikasikan terpapar pornografi ?

Psikolog tampak membuka2 catatannya, dan menjawab : volunteer waktu itu bertanya ke anak2 : adakah yang pernah melihat gambar2 porno di hp atau gadget lain. Dan anak ibu menjawab pernah.

Hmm, masih make sense buatku, Bukankah kalua kita googling atau main games memang suka ada aja iklan2 aneh muncul. Dan mungkin ukuran porno ini relative. Sesuatu yang wajar di mata orang lain, bisa jadi sudah dianggap porno oleh anak saya Kenapa saya yakin, feeling orang tua yang dekat sama anaknya 😊

Jadi saya kejar lagi, Bagaimana ekspresi anak saya setelah menjawan itu ? Apakah dia tampak malu atau menyembunyikan sesuatu ?

Psikolog membuka catatan lagi, tidak sih bu, anak ibu hanya menjawab seperti itu. Ekspresinya tampak wajar.

Ooohh… Syukur alhamdulillah kalau begitu.

Saya sampaikan ke psikolognya, kalua kondisinya begitu bu, bisa jadi bukan anak saya terpapar pornografi, tetapi justru dia terlalu polos sehingga dia menyampaikan apa adanya, yang mungkin untuk anak seusia dia tergolong wajar, sementara untuk anak saya, gbr2 seperti itu sudah masuk ranah pornografi.

Keluar dari ruang psikolog, saya berpikir keras, bagaimana cara diskusi dengan anak saya, supaya dia tidak merasa dituduh, tapi dia mau menyampaikan apa adanya.

Akhirnya saya cerita, tadi umi dipanggil psikolog, Katanya adek terpapar pornografi karena pas ditanya pernah lihat gambar porno nggak, adek jawab pernah.

Tak amati ekspresi dia, ternyata ekspresinya kesel abis, trus dia ngomel, kan ditanya pernah lihat gambar porno nggak, ya jawab iya lah, kan pernah lihat, Masak bohong. Kan drama2, games, juga suka muncul. Tapi kan gak dilihat sama kita, tapi kelihatan.

Dari sana aku langsung lega, anakku alhamdulillah masih aman, Dan sekarang, 6 tahun setelah itu, kejadian ini masih menjadi bahan lelucon di keluarga kami.

Setiap Anak Istimewa

 Saya punya anak 4 yang masing-masing berbeda. Sebelum membahas tentang sifat, kita lihat dari kacamata pendidikan formal dulu yang biasanya jadi standard ukuran sebagian besar kita. Jelas kepandaian setiap orang berbeda. Kebetulan anak saya ada yang sangat pintar, dan ada juga yang (saat itu) rata2.

Tapi jangan salah, semua harus dilihat utuh. Jadi saya sampaikan ke setiap anak saya, masing2, bahwa setiap anak punya kelebihan dan kekurangan. Jadi gak usah sombong, dan juga gak usah minder. Karena modal itu pemberian Allah, termasuk modal kepandaian. Tetapi Allah menilai prosesnya, bukan seberapa modal kita, tetapi seberapa jauh kita sudah melangkah maju.

Ada anak yang dikasih modal pinter 80 dari skala 100. Tapi ada juga yang dikasih modal pinter (hanya) 40 dari skala yang sama. Tentu saja bagi mereka yang dikasih Allah modal 40, akan sangat sulit dan tertatih-tatih hanya untuk mencapai  75, yang bahkan masih di bawah mereka yang sejak awalnya modalnya 80.

Tapi Allah Maha Adil. Kalau yang sejak awal modalnya 80 alias pinter luar biasa tanpa harus capek2 belajar, terus dia dapat nilai 100, maka usaha dia di mata Allah bernilai 20. Ya donk, kan modalnya sudah 80. Tapi bagi mereka yang susah payah ngedapetin nilai 75 sementara modal awalnya 40, maka usaha capek2 dia beajar mendapat nilai 35 di mata Allah. Jadi meskipun dalam pandangan manusia nilai dia cuman 75, tapi di mata Allah nilainya lebih tinggi.

Yang dapat modal pandai, tidak perlu terheran2 karena yang lain diterangin masih gak paham2. Yang sudah belajar jungkir balik ternyata nilainya masih mepet juga gak perlu kagum berlebihan dengan mereka yang nilainya bagus tanpa belajar. Kagum lah dengan proses yang sudah dilakukan.

Karena itu untuk mendidik anak2, jangan hanya melihat hasil akhirnya. Kenali anak dengan baik, dimana kelebihan dan kekurangannya. Dukung kelebihannya, bantu untuk mengangkat kekurangannya. Jangan membanding-bandingkan anak satu sama lain. Apalagi dengan anak orang lain, Karena setiap anak itu berbeda, setiap anak istimewa degan kelebihan dan kekurangannya masing2.

Monday, June 26, 2023

Jadi Produsen Baju Renang Ale

Akhirnya, beneran jadi produsen baju renang nih. Merk yg dipake : Ale. tetep belakangnya : by Anugrah. Project pertama dah kelar. Model rose, ada 250 pcs. 

Tadinya jg gak gt yakin, mau jalan pelan2 aja, sesuai kemampuan baik budget maupun kemampuan ngejual. Eh tahu2 keadaan memaksa. Ada beberapa teman yang malah ngotot mau ngumpulin modal untuk produksi baju renang, dan mau memasarkan. Katanya pengen belajar jualan. Segala cara udah tak coba supaya mereka mundur. Karena aku tahu persis, di awalm banyak sedihnya daripada senengnya.. Kawatir mereka gak siap. Dan ternyata mereka tetap ingin dan ngotot minta produksi baju renang. Jd yasudlah, bismillah, kita jalankan... Dan nongollah seri Rose... 250 pcs...

Krn 250 pcs, ya meskipun teman2 bantu jualin, tetap saja aku yg utama kan, Jadi lah mutar otak, gmn caranya spy bs kejual ? Bukalah toko online di tokopedia : https://tokopedia.link/clBecNfVrAb . Mampir ya... :-)

Alhamdulillah... di pekan pertama laku 1... pekan kedua laku 2 lagi... itu yang lewat tokopedia... Yang via japri2 juga lumayan... 
Untuk maarketingnya, kita coba juga buka di instagram : Belidiale  : 

https://www.instagram.com/p/CtIDosty5xp/?igshid=MTc4MmM1YmI2Ng== . Mampir juga ya... 

Hihihi... sekalian promo gpp lah ya... 

Bahannya bagus kok... modelnya jg bagus... cek deh... :-)  

Tuesday, June 20, 2023

Kembali...

Dulu kala, pernah mendapat ilmu untuk menerima semua ketetapan Allah... 

Tapi setelah 25 tahun berlalu, digempur kehebohan dunia, dan kesombongan karena merasa bisa, merasa lagi hebat, lupa lah aku dengan semua ilmu yang pernah diajarkan. 

Alhamdulillah Allah masih sayang. Meskipun jatuh bangun, jatuh bangun, dan trus aja aku jatuh lagi, meskipun tertatih-tatih, Allah masih berkenan untuk membimbing aku, meluruskan lagi jalanku... Dan bersyukur pada guru2 yang gak bosan2 mengingatkan aku...

Insya Allah tahun depan dapat porsi untuk berangkat haji. Dan jadi ingat dengan pelajaran2 dulu kala, diminta bersiap, karena kalau memang Allah menghendaki aku berangkat haji, maka Allah akan membersihkan aku untuk persiapannya, Supaya pas haji sudah siap, supaya pas haji nanti mendapat ridho-Nya. Bismillah... semoga kali ini aku bisa lebih kokoh dengan semua ujian, sehingga tetap fokus pada ridho-Nya... aamiin...

Sering diingatkan, biasakan menganggap dunia itu kecil. Trus pas lagi ngerasa dunia itu kecil, pas lagi ngerasa dekat2 nya, pas lagi ngerasa benar2 bersyukur dan ridho dengan semua ketetapan-Nya, seperti biasa, muncullah ujiannya. Yang dikatain lah, yang dijulidin lah, yang tidak dianggap bisa lah, macam2. Dan ternyata, meskipun pas lagi ngerasa dekat2 nya, semua yang terjadi tetap butuh waktu untuk membuat hati tetap tenang dan gembira. Tetap saja semua gempuran itu membuat aku oleng dulu, ambruk, dan tertatih untuk berusaha bangun lagi, 

Tapi at least, sekarang sadar... kalaupun aku tampak bisa, Allah yang menginginkan aku tampak bisa... Allah lah yang memberi kemampuan kepadaku sehingga bisa. Tanpa-Nya, jelas aku gak bisa apa2.

Dan kalaupun ada begitu banyak orang membuat skenario negatif untuk aku, tidak akan terjadi kecuali Allah menghendakinya. Dan sebaliknya, kalaupun ada begitu banyak orang membuat skenario untuk mendukung aku, gak akan aku berhasil didukung kalau tanpa ijin-Nya. 

Kata Gus Baha, hidup itu gak perlu sulit2. Cukup menerima saja. Kita hanya diminta untuk ridho dengan semua ketetapan-Nya. Fastabiqul khoirot... 

Tuesday, January 3, 2023

Merintis Lagi Bisnis Anugerah : Produsen Baju Renang Muslim

 Setelah sekian lama tertimbun segala macam kegiatan, hari ini pengen nulis lagi, dan cerita tentang Anugerah yang mulai dirintis (lagi)...

Sudah lama maju mundur untuk mulai lagi ke bisnis. Pro nya, pertama, untuk persiapan pensiun. Kalau dihitung, pensiun kan sekitar 7 tahun lagi ya, dan bisnis itu stabil minimal setelah 5 th. Jadi pas lah, semoga pada saat pensiun, bisnis nya juga sudah stabil.

Kedua, karena pernah ngejalanin bisnis 10 tahunan kan, jadinya semoga memudahkan untuk masuk ke bisnis ini lagi.

Ketiga, meskipun insya Allah untuk hidup sehari2 di masa pensiun sudah cukup, tapi pengennya, semua kebutuhan sekunder, termasuk membiayai para anak asuh dan sedikit membantu mereka yang menjaga izzah ini tetap bisa dilakukan juga di masa pensiun. Sehingga, otomatis kebutuhan anggaran juga kudu dipertimbangkan supaya bisa tetap sama seperti pada saat ini.

Dan keempat, masa hidup orang Indonesia sepertinya sudah naik. Aggaplah hidup sampai usia 80 tahun. Pensiun umur 56 tahun, Nah, 24 tahun dari umur 56 sd 80 tahun ini masa yang lama. Dan sepertinya gak sanggup kalau hanya makan tidur makan tidur. Kudu ada aktifitas yang masih memacu hormon endorfin. Tapi juga gak begitu berat sehingga masih bisa dilakukan di masa pensiun. Bisa di setting sendiri, kapan mau lari, dan kapan ngerem. Dan ketemunya : bangun bisnis lagi.

Nah, pertanyaan berikutnya, bisnis apa ?

Karena semua nabi dan rosul adalah penggembala, jadinya pengen jg punya peternakan kambing, Ceritanya pengen menggembala kambing meniru nabi dan rosul. Mulai lah jalan2 survey2 dan benchmark peternakan kambing. 

Udah jalan kemana2, udah seneng, mulai lah nyari lahan yg bisa dipakai untuk peternakan kambing, sekaligus rumah hari tua nanti. 

Dan eng ing eng... baru tahu, ternyata lahan untuk peternakan ini agak susah. Karena kudu jauh dr perumahan kan. Lha kalo jauh terus yg nempatin dan berjaga disitu siapa. Kalo karyawan, mungkin susah utk bikin dia betah, lha tanpa tetangga. Kalo kami sendiri, waduh, gak sanggup juga jauh dr tetangga gt. Gmn mau order makanan coba... 😁

Kedua, tyt lahan spt ini biasanya lahan yang harganya susah naik, plus susah dijual lagi. Padahal modal kita kan terbatas, sehingga pengennya kalau tyt susah, bs cut off dan oper ke yang lain.

Dari dua pertimbangan di atas, batal dech keinginan jadi penggembala kambingnya...

Next question : jadi bisnis apa ?

Kita liat lagi, yang sudah pernah dijalankan, ada pengalaman, sudah tahu seluk beluknya, dan sudah ada aset yang mendukung, ya jualan fashion.

Fashion apa ? Mengingat sekarang susah kalau hanya menjadi reseller karena produsen pada turun ke online, maka kami berniat masuk menjadi produsen. Dan produsen baju tyt lumayan rumit, karena model dan bahan kudu selaras, sementara pengetahuan kami tentang bahan masih terbatas. Begitu juga tentang model. Pilihan yang paling memungkinkan adalah : baju renang atau sprei, Tapi kami belum tertarik untuk jd produsen sprei, jadinya pilihan final ke baju renang.

So, disinilah kami sekarang.

Anugerah muncul lagi sebagai produsen baju renang muslim. Yang insya Allah berkembang, dan berharap dapat memberi manfaat ke lebih banyak orang. Aamiin... 

Monday, October 29, 2018

We sudah gede....

Pagi ini pengen nulis lagi... karena milestone We yang udah lama gak ditulis2... dan karena kakak2 nya ternyata masih pada rajin nyambangi blog ini... jd gpp lah... dirajinin nulis lagi... biar jadi kenangan...

Nah... We... bontotku... baligh pas tgl 6 okt 2017... udh lama bangets khan... Udh setahun euy... tp gpp lah... better late than never khan...

Pas dia baligh itu... aku kaget... lha selama ini dia msh dianggap anak kecil... dan dia emang paling kecil khan... kakak2 nya itu pada baligh setelah UN... ini We khan baru akhir2 semester ganjil... gmne gak kaget... walopun temen2 nya udh banyak jg sih yg udh baligh...

Dan karena msh kaget... jadinya gak nulis2... konsen ke masa2 baligh nya We,... **halah.. padahal alesan aja sih... :-)

So... mau nulis apa buat We ya.... many things I want to say about you dear...

Pertama... want to say sorry... karena jadi telat menyiapkan masa pra baligh nya We... maapkan umi ya nak... tapi insya Allah umi udh berusaha ngejar... dan We alhamdulillah bisa kerja sama...

Barakalloh ya nak... milestone besar hidup We sudah dilalui... sudah baligh... sudah punya buku sendiri... sudah punya catatan amal sendiri... sudah punya pahala dan dosa...

Hati2 di setiap detik kehidupan yg dilalui ya nak... pilihlah yang terbaik yang bisa dilakukan di setiap detik kehidupanmu... karena waktu gak akan datang lagi... bukan berarti gak boleh yang seneng2... seneng2 boleh.. tapi pastikan pas seneng2 itu menjadi amalan terbaik yang bisa dilakukan di detik itu...

We itu punya potensi yang luar biasa...
Inget gak... waktu itu Widad selalu ranking nya di tengah2... tapi ternyata begitu d trigger... We langsung melesat ke ranking 3... We satu2 nya anak umi yang temennya sering ngerjain tugas di rumah... bahkan sampe malam2... We jg yang menang lomba karya tulis... tanpa bantuan umi sama sekali... Luar biasa... umi relatif gak bantu sekolah We sama sekali... dan ternyata anak umi msh tetep bs berprestasi... dan pas sakit DB... We jg gak rewel sama sekali...

Ambang We buat menahan sesuatu memang luar biasa... cmn kadang2... ambang ini membuat kita jd gak paham... apa sebenernya yang terjadi... apa yang sebenernya dirasakan We... mungkin karena ketemu uminya malam... dan lebih sering umi langsung ngantuk dan tidur ya... maap ya...

Umi habis baca buku smarter faster betternya Charles Duhigg. Katanya... supaya orang lebih termotivasi.. maka dia kudu tahu kalau dia pegang kendali atas dirinya. Nah... keknya pas ini... keknya We perlu lebih sering mengambil keputusan2 sendiri dari pilihan2 yang ada... sehingga terasa kalau We punya kendali atas diri We sendiri... dan memang gt khan kenyataannya... We punya kendali penuh kok... semua orang lain di luar We hanya menyarankan... tapi apa yang dilakukan.. .sepenuhnya hasil keputusan We...

Dan setelah setahun baligh ini... 3 bulan di HK... umi melihat banyak perubahan besar di We... sudah tobat kalau kata We... hahaha... asli... kaget umi pas We bilang gt... bontot umi tyt udh gede ya... udh bs bilang udh tobat...

Tetep berubah menjadi lebih baik ya nak... usahakan selalu hari ini lebih baik dari kemarin... jangan cepat puas dengan yang sudah didapat hari ini.. teruslah berjuang... karena selalu ada yang lebih baik yang bisa kita usahakan...

Duuhhh... jadi kangen We...
udah ah... stop dl nulisnya... keburu mewek ntar...






Wednesday, July 27, 2016

Milestone Mut...

Udah lama banget gak nulis di blog ini...
Too much reason... 
Pertama... kerjaan kantor sekarang juwauh lebih padet... susah buat ngetik2 buat ngisi blog... 
Kedua... lha di rumah juga udah hampir 2 tahun gak ada mbak sama sekali. Kebayang gak... aku yang pernah ngalamin punya mbak 4 orang... sekarang satupun gak ada... Lebih seneng sih... tapi efeknya itu tadi... blog ku jadi kosong melompong...

Nah... kebetulan kali ini dateng pagi banget ke kantor... dan pengen nulis milestone Mut yang udah lama banget ketunda... My Mut yg udah baligh beberapa bulan yang lalu... 
Maap ya Mut... umi baru bisa nulis sekarang...

Mut ku... punya banyak kelebihan... sangat jago masak. Bahkan abinya yang kita akui jago masak aja mengakui kemasteran Mut. Kak Al yang tadinya paling diakui... juga terpaksa ngakuin. Karena.. Mut hanya dari liat you tube tahu2 bisa masak chocolava... tahu2 bisa masak roti entah apa yang pokoknya rasanya enak banget... Dan banyak catetan kesuksesan Mut tentang masak ini...

Trus... Mut ku juga punya kelebihan kuat fisik. Dan dia memang kuat. Kecilnya Mut... kalau aku pulang kantor dan dia lari-lari minta peluk.... rasanya seperti ditumbur... saking kuatnya dia... Gedean dikit.. sebelum nyampe ke aku terpaksa tak stop dulu... brenti dulu Mut... brenti... kalo larinya udh stop... baru tak peluk pelan2... Sakit soale kena tumbur dia... saking kuatnya... 
Jaman baby nya... giginya gak nongol2 saking kuatnya gusi... Sampe bolak balik cek ke dokter gigi... katanya selalu gpp... ini gusinya udah keras... tinggal nunggu giginya nongol... dan proses gigi nyobek gusi ini lama pol...

Mut juga sangat ramah dan mudah sosialisasi. Dia toleran banget sama temen2 nya. Ilang dikit dicariin sama temen2 nya. Temen2 nya juga pada sering ke rumah. Sering pas aku bisa ke sekolah, dari jauh temen2 nya udah pada njerit : Muuuutttttt... Banyak dech yang nunjukin Mut sangat disayang sama temen2 nya...

Mut juga pinter... pas UN kemaren dia lagi parah2 nya sakit campak... alhamdulillah udh keterima di HK. Jadi menjelang UN... dengan muka msh bontol2 parah... akhirnya aku koordinasi sama gurunya... tak bilang... gmn caranya supaya Mut tetep bisa ikut... udah aku gak ngarepin UN gede dech... toh udah keterima SMP nya... yang penting lulus aja... dan ternyata dia lulus dengan UN gede... sama dengan k Al...

Tentang campak... itu Mut ketularan We. Ternyata dia sayang banget sama adeknya... (dan keluarganya...). Dirawat banget tuh We sama dia... dengan asumsi dia udah pernah kena... jadi dia ngerasa yakin gak bakal ketularan... ternyata ambruk pas UN...

Mut ku juga gak mau menyerah. Dia kerja keras. Pantang putus asa. Kecilnya... kalau dia pengen flying fox yg harusnya bukan utk usia dia misalnya... sebelum meluncur dia baca bismisllah ada 10 kali lebih... sampe mas2 nya yg jaga geli... dan disuruh turun aja kalo gak berani... tapi dia gak mau... dan tetep meluncur... dan sukses... :-)

Gitu juga pas belajar renang... sebelum meluncur dia baca bismillah banyak2 untuk nambah keberanian... Sekarang... pas mau UN itu... guru2 nya bilang... meskipun Mut harusnya gak ikut tambahan... tapi dia yang minta supaya ikut... pantang menyerah... kerja keras...

Nah... sekarang Mut sdh baligh... udah punya buku sendiri ya nak... Yang tadinya bukunya masih nitip di umi.. sekarang Mut udah punya sendiri... buku putih bersih yang akan ditulisin malaikat semua yang dilakukan Mut... tanpa kecuali...

Jangankan tilawah dan puasa, Mut masuk kamar mandi pake kaki kiri juga tertulis disana. Mut habis bersin baca alhamdulillah juga tertulis disana. Dan bahkan baru niat untuk melakukan kebaikan juga tertulis disana. Apapun semua kebaikan yang dilakukan k Mut... sekecil apapun... dan sebesar apapun... ada catatannya disana...

Sebaliknya... semua keburukan juga tercatat nak... sekecil apapun itu... 

Tapi jangan khawatir dengan catatan minus ini... isi banyak2 dengan positif nya... maka hasilnya akan positif... Jadi penuhi bukumu dengan catatan catatan kebaikan ya... kalau sekali dua muncul catatan negatif... segera tutupi lagi dengan catatan kebaikan... supaya negatif nya segera hilang... dan tidak mengambil peran di hatimu...

Karena hati cuman satu... kalau tidak sedang diisi kebaikan... maka dia diisi keburukan... Maka berhati hatilah nak...

Mulai sekarang... semua isi buku itu menjadi tanggung jawab k Mut. K Mut yang mengisinya... k Mut juga yang nanti mempertanggungjawabkannya di akherat kelak...

Umi juga minta maaf.. ada banyak hal yang ternyata setelah kilas balik... kejadiannya pas masa perkembangan k Mut... Dulu kita punya baby sitter yang sangat bagus yang sampai bisa ngajarin hafalan quran... dan dia pulang pas k Mut 2 tahun... pas k Mut butuh2 nya diajarin tentang kepribadian...

Pas mbak tahu2 pulang semua... k Mut yang bilang gak usah pake mbak.... berani di rumah sendiri... sehingga kita semua sibuk ngurusin rumah... dan padahal... seumur2 gak pernah kejadian sama kakak2 nya Mut...

Pas k Mut UN kemarin juga... umi sama abi lagi super sibuk sama kerjaan kantor... sehingga lewat buat mantau detail perkembangan sekolah Mut... hanya cek dan evaluasi yang saat itu umi abi lakukan... tapi tidak detail sampai mendampingi seperti pas kakak2 nya Mut UN...

Tapi ternyata... dengan semua itu... k Mut berkembang luar biasa,.. umi salut sama ketahanan k Mut... ketahanan untuk diomelin sama umi abi dan kakak2...

Di luar itu... dengan semua kondisi tadi... umi juga berharap ada banyak perbaikan dan evaluasi yang bisa dilakukan k Mut... sehingga k Mut bisa berkembang menjadi pribadi yang mencontoh rosululloh... sehingga buku k Mut bisa dipenuhi sama semua kebaikan...

Dan umi surprise... baru seminggu di HK... k Mut sudah berubah banyak... alhamdulillah... 

Tetep jadi anak umi yang semangat ya kak Mut... jadi anak umi yang solihat... tilawah dan hafalannya dikejar ya... Umi sayang k Mut...

**ditulis untuk Mut ku yang baligh bulan april 2016... missed you so muuaaccchhh nak.... selamat berjuang di HK ya... peluk cium dari umi....


Wednesday, February 18, 2015

Hotel di Cirebon Kuningan

Kali ini mau cerita ttg hotel2 seputar Cirebon Kuningan. Kenapa ? Karena setelah 3 th x 12 bln ke cirebon / kuningan, lama-lama kita nemu jg triknya... :-)

Tahu nggak sodara2... hampir semua hotel di Cirebon dan Kuningan, diskon 40% untuk corporate rate. Jd alhamdulillah... dari rate 1 juta, kita bisa sewa jd 600rb...

Untuk di Kuningan, tepatnya di sangkanhurip, terjangkau ojek sktr 15 rebu dari Husnul Khotimah... ada bbrp hotel  :

1. Tirta Sanita
Ada kamar ada bungalow. Hot water spa nya enak.... Corporate rate utk kamar 600 an. Kita cuman sekali nginap disini...
No kontak : 0232 613061.

2. Grage
Kita beberapa kali nginap disini, dan jadi favorite keluargaku. Corporate rate 600 an juga, tp dpt kamar lbh luas... dan bersih :-) Sarapannya enak. Hot water spa nya rame pol... banyak pengunjung dari luar yang spa disini... Cuman pas kita nyobain, malah berasa masuk angin karena lamanya berendem... Bisa antar jemput stasiun cirebon. Ada lounge nya jg di stasiun...
No kontak : 0232 614543 atau 0232 614598

3. Prima
Katanya luas hotel paling luas... cmn aku gak bisa cerita karena gak pernah nginap disana.
No kontak : 0232 613700

Kalo di Cirebon, favorite kita juga di Grage... gampang nyari makannya, khan satu pagar dengan mall... Kolam renang yg di Grage Cirebon juga enak... luas... Corporate rate nya lbh murah, tapi memang luasnya jg lebih kecil daripada Grage Sangkan...

Jadi begitulah ceritaku tentang kuningan... mana ceritamu...