Tuesday, May 13, 2008

Software POS Anugrah

Software Poin Of Sales Anugrah akhirnya jadi juga, alhamdulillah. Tx to mas Heru yang udah rela dikejar kejar supaya software nya segera kelar.

Ide dan niat pengen bikin software ini muncul karena ketidak puasan akan software yang ada di pasaran. Gak tahu karena kitanya yang pelit gak mau beli yang lengkap, atau yang lengkapnya memang belum ada. Yang jelas sich, udah search dan nanya2, ternyata software yang memenuhi syarat dan dapat disesuaikan dengan system Anugrah belum ada yang cocok.

Tadinya ada yang lumayan cocok, dan ada juga testimoni dari member TDA yang udah pake, katanya bagus. Plus harganya juga murah. Plus lagi, bonus source code. Jadi kupikir, gak ada ruginya lah. Kalopun ada yang perlu disesuaikan, khan ada source code nya, jadi kita bisa utak atik sendiri.

But setelah beli... kita kecewa. Cause cuman ada pembelian dan penjualan. Gak ada inventori. Gak ada laporan rugi laba. Gak ada akun. Aduh... (Oops, katanya sich sekarang udah bisa disambung ke laporan keuangannya, pake patch. Tapi tepatnya gak tahu, kita udah gak nyoba lagi)

Trus pas ngeliat ke source code nya, ampunn.... nyerah dech... source code-nya bener2 gak baku. Hiks... Jadinya software itu ngendon aja di meja, berdebu... :-(

Trus ada software satu lagi yang harganya lumayan. Maksudnya, kalo sesuai sama kebutuhan sich gpp invest segitu. Tapi untuk nyoba dulu... enggak ah. Kebetulan versi trial udah kita download. Dan ternyata memang gak sesuai sama yang kita butuhkan. Cuman sayangnya aku lupa tepatnya dimana gak cocoknya.

Apalagi ada salah satu vendorku yang udah beli software tsb, trus gak dipake. Katanya sich gak bisa ngadopt transaksi retur. Walah !!

Trus adalagi 2 software POS gratisan yang udah kita coba juga. Tetep aja ujungnya sama, ada yang kurang.



Rata2 software itu kalo ada inventory, means gak ada laporan keuangan (gak ada akun, gak ada laporan cash flow, rugi laba, dll). Sebaliknya, kalo ada laporan keuangan, biasanya gak ada pencatatan inventory. Padahal kalo dipisah, berarti kudu nginput 2x. Walah !! Pertama males banget. Kedua, kemungkinan gak sinkron jadi gede. Padahal butuhnya computerize khan supaya sinkron, supaya kondisi di lapangan bisa dicek dan dicocokkan dengan data di komputer. Lha kalo komputernya aja gak sinkron, gimana mo make buat nyocokin yang di lapangan...

Jadinya kita niat banget pengen bikin Software POS Anugrah. Desain dan rancangan form, desain tabel, sudah lama dibuat. Desain sudah kita cek dengan beberapa kondisi transaksi di Anugrah, alhamdulillah, sudah ok (versi desain lho ya).

Trus rancangan akun juga sudah dibuat. Lumayan lama juga buat orang IF untuk belajar tentang akun. Hanya karena ngotot aja, dan semangat nggedein Anugrah, yang bikin kelar belajar akun otodidak. Sampai akhirnya desain software Anugrah supaya bisa ngeluarin laporan rugi laba juga sudah kelar.

Dan alhamdulillah, coding software tsb versi 1 sudah jadi. Software ini bisa menampung tentang inventori (jumlah stock, keluar masuk stock, stock di-off-kan, stock hilang, dll), pencatatan cash flow (bahkan pencatatan semua arus keluar masuk per akun), dan laporan rugi laba. Bahkan karena semua arus keluar masuk dicatat, nantinya kalau dikembangkan sampai report penjualan per merk, atau pembelian per merk, atau pembelian merk apa no berapa yang paling laris untuk periode tertentu, juga sudah bisa. Nantinya lho ya.

Sampai saat ini form standart saja yang sudah dibuat. Form penjualan (termasuk retur), pembelian, pindah barang antar toko, dan biaya. Form tambahan seperti update harga (ganti harga secara rancangan juga sudah bisa lho...), update akun, update barang, akan menyusul segera. Sementara sambil nunggu form tambahan selesai, kita update nya tembak langsung ke database.

Alhamdulillah, paling gak, akhir bulan ini kita sudah dapat ngeliat laba bersih dari perhitungan komputer.

Dan psst... saran dari yang ngoding, pengennya software ini gak usah dijual. Dan juga gak disimpen. Lho ?? Kata suami suruh dikasihkan gratis ke yang butuh. Aduh !! Tadinya aku gak setuju, mengingat buat bikin desainnya lumayan meres kemampuan. Belum belajar tentang akun yang perlu 3 tahun cause otodidak. Dari buku ke buku. Dari nanya satu orang lanjut ke orang yang lain. Trus kubilang juga ke suami, semua system untuk Anugrah tertuang ke software ini. Means kalo ada toko yang systemnya masih blank, dengan pake software Anugrah, bakalan kebantu banget. Nah, kita siap gak, kalo ada toko lain yang pake software kita, trus langsung meningkat pesat ngelampaui Anugrah.



Kata suami sich, gak papa. Toch kita dapat pahalanya. Nah lo !! Kalo udah nyangkut ke pahala, susyah dech.....

Anugrah GTA

Kali ini giliran foto Anugrah GTA yang mo mejeng.






Ini dua foto Anugrah GTA tampak depan, plus foto model kecil name Uthi :-)










Sebagian Anugrah tampak dalam. Rak yang dipake mantan rak Anugrah ITC Depok.


Stock lagi kosong. Padahal barusan ndatengin sekian karung. Cuman banyak keserap di Anugrah ITC Depok. Jadinya Anugrah GTA musti rela ngalah, nunggu stock baru datang lagi.









Anugrah GTA tampak samping, dipotret dari carport rumah. Hijau ya...









Ikutan mejeng ah... hihihi....


Mejengnya di depan gantungan yang sudah di-OFF khan. Itu lho, yang udah gak dijual lagi di Anugrah ITC Depok. Harganya ? Jangan tanya... dijamin murah abisss...

Penampilan Baru Anugrah ITC Depok

Alhamdulillah, akhirnya, kesampaian juga niat mo motret penampilan baru Anugrah di ITC Depok.

Foto pertama, di sebelah ini, terlihat Anugrah tampak depan. Neon box nya udah yang baru, dengan logo baru hasil kreasi saya sama suami. Bagus khan... :-)

.

* * *
Nah, ini tampak dari sudut hook-nya Anugrah, dengan salah satu sisi berupa anak tangga dengan dinding tangga dari kaca.

Nama Anugrah yang lama kita pasang di samping, buat jaga-jaga, kali' aja ada pelanggan loyal yang apalnya sama plang nama yang lama :-)
Logo di plang samping ini masih pake logo yang lama. Lebih keren logo yang baru khan...
* * *

Ini fotonya Rani, yang udah hampir setahun jagain Anugrah ITC Depok.

.

Trus, keliatan khan, rak toko yang sekarang cantik... :-)
Dan lebih rapi donk... Dan lebih bersih... Dan lebih chic... dan... Pokoke jauh lebih bagus lah. Gak percaya ? Coba aja ke sana....
.
* * *
.
.
.

.
Gak seru kalo gak nyantumin juga foto Anugrah pas rame, hihihi...
.
.
.
* * *
.
.
.
Buat perbandingan, supaya keliatan perubahannya, tak liatin juga foto toko sebelum dibenahi.

Keliatan khan, sisi yang hook, kita tutup dengan rak, supaya bisa naruh patung di atasnya. Karena kebetulan arus pengunjung munculnya dari sisi satunya. Sehingga saat itu, menurut kami wajib hukumnya naruh patung di sisi hook tsb. Setelah dibenahi, patung anak yang setengah badan itu ditaruh di atas rak di sisi depannya, tapi raknya mepet depan toko. Sehingga tetep keliatan sama pengunjung yang datang dari sisi tsb. Liat dech foto setelah pembenahan.


Ini rak yang lama. Karena sempet terjadi perubahan di tengah jalan (diperbanyak), jadinya gak sebagus yang di set dari awal.
Raknya tingginya gak sama. Trus juga ukurannya gak sama. Jadinya kesan gak rapi. Iya khan...

OK, segitu dulu ya untuk gambar foto Anugrah ITC Depok terbaru. Mo lunch dulu nich...

Wednesday, April 30, 2008

Cegah banjir dengan Biopori

Baca pertama kali di majalah Ummi, edisi beberapa bulan yang lalu. Dibahas salah satu kegunaan biopori untuk nanggulangin banjir. Padahal bentuknya 'cuman' lubang dengan diameter 10 cm, kedalaman 1 m. Beberapa kali ngebujuk suami buat bikin, ternyata belum sukses juga. Jadinya terkubur dech.

Trus dari shoutbox blognya mbak Yulia, iseng-iseng nyambung ke Mbak Lita. Dan ternyata disana ada postingan tentang biopori. Dan lebih lengkap. Malah nyantumin sumbernya juga. Cuman sayangnya, di http://www.biopori.com/ itu, gak boleh ngopy tanpa ijin tertulis dari IPB. Walah...

Tapi asyiknya, postingannya mbak Lita malah berasa lebih lengkap :-). Sampai ada cara make alatnya segala. Padahal di sumbernya gak ada lho. Nah, supaya gak tambah penasaran, ini cuplikan dari postingan mbak Lita......

* * * * *
Bentuknya cuma lubang berdiameter 10 cm dengan kedalaman 1 m ? Bisa mengurangi masalah banjir ? Bisa mengolah segala macam jenis sampah organik menjadi kompos ? Bisa mengurangi emisi gas rumah kaca ? Tapi bagaimana caranya ? Seperti apa bor tanah yang digunakan ? Bau ngga ? Ada tikus atau ular kah ? Dikerubuti lalat tidak ?

Lubang biopori ini berfungsi sebagai lubang resapan air, yang pori2 resapannya dibuat oleh ‘teman-teman’ bawah tanah kita, yang harus kita beri makan sampah organik.

“Sedikitnya ada 15 manfaat dari pembuatan lubang resapan biopori. Sebagai penampungan sampah organik, menjaga keanekaragaman hayati dalam tanah, menyuburkan tanah, mendukung penghijauan, serta mengurangi emisi gas rumah kaca akibat pelapukan bahan organik.

Kemudian dari aspek sanitasi, untuk menjaga kebersihan akibat daun yang dipangkas atau berguguran, mencegah polusi udara, berfungsi meresapkan air lebih optimal.
Jika biopori tersebut dilakukan secara masif oleh masyarakat, lubang resapan biopori juga akan mampu mencegah banjir dan genangan.

Manfaat lain biopori adalah meningkatkan cadangan air dalam tanah, mencegah keamblasan tanah, menghambat intrusi air laut, dan mengurangi pencemaran air.”
( Kompas, 31 Januari 2008 )

Teknis pembuatan
Sesudah cukup mendapat penjelasan ( untuk lebih jelasnya silakan mampir ke : http://www.biopori.com/ ), pak Kamir mengambil alat pengebor bioporinya dan mengajak kami membuat lubang dengan alat ‘pengebor’ yang beliau ciptakan itu. Beberapa hal yang saya catat dari penjelasan beliau :

* Tanah yang tertutup semen dan beton - termasuk yang tertutup lumut - tidak bisa meresapkan air, maka dibuat ‘saluran’ di sekeliling nya dan buat lubang2 biopori di sana berjarak sekitar 30 cm.

* Kalau ingin membuat lubang resapan di dalam selokan yang sudah terlanjur disemen, bisa dipecah dulu sedikit semennya.

* Kedalamannya paling dalam 1 m saja, tapi kalau ‘mentok’ sebelum 1 m krn ada batu/puing ya sudah, tidak perlu dipaksakan.

* Tinggal masukkan bornya, putar searah jarum jam, dan tarik tanahnya keluar. Saya sempat mencobanya dan ternyata mudah saja.

* Untuk ‘mulut’ lubangnya bisa diperindah dengan diberi semen atau pralon ukuran 4 inchi ( jangan lebih kecil ) selebar 2 cm.

* Kemudian masukkan sampah organik ( sampah kebun atau sampah dapur ) ke dalam lubang.

Menurut beliau, sampah organik apa saja bisa dimasukkan ke lubang biopori itu…termasuk bangkai tikus ! tapi sebelum dimasukkan keluarkan dulu sebagian isinya, baru masukkan bangkai tikusnya, dan sesudahnya tutup lagi dengan isi yang tadi dikeluarkan.

* Jangan terlalu sering dipanen komposnya krn akan mengganggu keseimbangan di dalamnya -"kalau mau diambil ya setahun sekali saja", kata Pak Kamir. Dan ternyata alat pembuat lubangnya itu juga berfungsi sebagai pemanen kompos.

* Kalau ingin pohon dan tanaman yang kita pelihara subur, buat saja lubang biopori di dekatnya.

* Tikus tidak akan masuk ke sana, karena lubangnya kecil dan berisi sampah, dia tidak bisa keluar mundur. Lalat juga tidak masuk karena tidak terbang vertical. Jadi usahakan sampah yang paling atas adalah sampah yang tidak mengundang lalat.

Bayangkan bumi kita ini yang sudah tertutup semen dan beton, bagaimana keadaan tanah di bawahnya ? Bagaimana tanaman dan pohon bisa tumbuh dengan baik di tanah yang gersang ? Bagaimana kalau tanah di bawah rumah kita begitu keringnya ? Dan air hujan yang seharusnya jadi berkah malah terbuang dan menjadi bencana.

* * * * *

Gitu. Buat yang ingin lebih lengkap dan lebih jelas, monggo diklik disni dan disini. Tambahan info, alat yang diceritakan mbak Lita itu harganya 175 ribu 'doank'...

Nah... sekarang tinggal bikin proposal lagi ke suami nih... Semoga disetujui... Amien...

Gambar diambil dari sini

Tuesday, April 29, 2008

Konser


Minggu kemaren, Al untuk pertama kalinya mo konser piano. Dia sama Iv memang udah setahunan kursus piano klasik di Sincere Yamaha. Dan udah dari 3 pekan yang lalu Al disuruh ikut konser sama gurunya.

Konsernya di Detos. Piano solo. Lagunya Grand Father's clock.

Dapet jatah urutan no 9. Tapi ternyata gak baku. Jadi karena ada beberapa yang gurunya atau muridnya yang belum hadir, jadi urutannya maju. Tadinya Al udah panik banget, karena gurunya juga belum hadir. Udah ditelpon telpon, gak diangkat. Daku jadi ikutan panik. Untungnya tepat sebelum tampil, kak Helza nya nongol.

Dan alhamdulillah, sukses. Meskipun ada beberapa nada yang rada mblero, hehehe. Tapi untuk ukuran pertama tampil, piano lagi, ya udah bagus lah. Mengingat maknya gak ada bakat musik samsek. :-)