Wednesday, June 20, 2012

Persiapan Kak Iv Masuk Pesantren

Kali ini giliran persiapan yang kedua, kak Iv, masuk pesantren. Suasananya beda dengan pas kak Al masuk pesantren. Kalo dulu, baik aku maupun Al nya, memang mantep mo masuk ke pesantren, tapi jauh di dalam lubuk hati... kita masih gonjang ganjing. Bukan bimbang milih pesantrennya, tetapi lebih karena mau pisahnya. Sehingga semua persiapan kebutuhan Al di-pack-ing mepet pas mau berangkat.

Beda lagi casenya dengan Iv. Anak keduaku ini, begitu semangatnya masuk pesantren. Sampai-sampai abinya yang mencoba ngebujuk supaya di SMP NF aja yang deket rumah, ditolak mentah-mentah. Gak mau sama sekali. Padahal dia satu-satunya dari SD NF yang masuk ke HK.

Sampai aku juga bilang, jangan dibayangkan pesantren itu sebegitu serunya. Gak enak kok... Pesantren itu berarti jauh dari umi abi. Mau makan enak gak bisa. Mau tidur sepuasnya gak bisa. Mau baca buku sepuasnya juga gak bisa. Pokoke gak enak dech...

Tapi tetep aja anaknya penuh semangat mau ke HK. Sampai aku bilang... apa sih yang diceritain kak Al sampai kak Iv semangat banget. Jangan terlalu percaya, itu khan seru versi kak Al. Aslinya belum tentu.

Tapi dasarnya kak Iv.. tetep semangatnya penuh, gas poll...

Nah, karena semangatnya yang 200% persen itu juga, Iv dengan begitu gembira menyiapkan semua keperluannya. 2 box container plastik terbesar yang kita beli buat barang2 dia di pesantren, udah hampir penuh. Mulai dari baju, jilbab, peniti, sampai sikat baju udah dia siapkan. Makanan, gelas, piring, sendok, garpu, pokoke lengkap lah.

Aku yang jadi agak khawatir. Karena kalo persepsi 'bagus banget', ternyata realisasi mentok di 'bagus', maka meskipun levelnya bagus, jadi keliatannya 'jelek'. Tapi kalo persepsinya 'gak enak', trus ternyata realisasinya 'bagus', maka yang terasa akan 'sangat bagus'.

Semoga Iv gak ketinggian mempersepsikan, sehingga dia nyaman berada di sana... Amien...


Thursday, January 26, 2012

Abu Bakar

Tahu donk siapa Abu Bakar...

Blio yang dijuluki Ash Shidiq, karena sangat membenarkan. Ingat, gak hanya membenarkan, tapi SANGAT membenarkan.

Blio yang langsung masuk Islam pada saat diturunkan. Blio yang langsung membenarkan Isra Mi'raj pada saat yang lain masih ragu2. Dan blio juga yang pertama membenarkan perjanjian hudaibiyah disaat yang lain masih keberatan.

Blio yang pada pagi hari setelah shalat shubuh, Rasulullah bertanya, siapa yang pagi ini puasa, dan blio menjawab : Saya wahai Rasulullah, tadi malam saya meniatkan pada diriku untuk melakukan puasa pada pagi ini. Lalu aku berpuasa.

Kemudian Rasulullah bertanya, siapa yang telah menjenguk orang sakit. Dan Umar menjawab : Sesungguhnya kita baru saja shalat shubuh dan belum meninggalkan (masjid ini), lantas bagaimana kita bisa menjenguk orang sakit. Blio, Abu Bakar, menjawab : Saya wahai Rasulullah, orang-orang mengabarkan kepadaku bahwa Saudaraku, Abdurahman bin Auf, sedang menderita sakit. Lalu saya sengaja melewati rumahnya, dan bertanya tentang keadaannya, dalam keadaaan saya menuju masjid.
Kemudian Rasulullah saw bertanya, Siapakah diantara kalian yang telah mengeluarkan shadaqah. Umar menjawab : Wahai Rasulullah, kami masih bersama Anda semenjak selesai shalat, lantas bagaimana mungkin kami bersedekah. Namun blio, Abu Bakar, menjawab, Saya wahai Rasulullah, ketika saya masuk masjid ada seorang yang meminta sedekah. Sedangkan anaknya Abdurrahman bin Abu Bakar (cucu Abu Bakar) membawa sepotong roti. Lalu saya mengambilnya dan aku berikan kepada pengemis itu.

Blio yang terkenal karena keramahannya, penyayang, lemah lembutnya. Pada saat musyawarah tentang tawanan perang Badr dan Umar mengusulkan untuk : bunuh mereka semuanya. Maka blio, Abu Bakar dengan kelemah lembutannya, mengusulkan : lepaskan mereka dengan denda. Bagi yang mempunyai ilmu, suruh mereka untuk berbagi ilmunya.

Suatu hari, blio, Abu Bakar, duduk bersama Rasulullah SAW. Kemudian datanglah orang yang mencaci maki blio. Dan blio diam saja. Rasululloh hanya diam dan tersenyum. Kemudian cacian itu bertambah2 parahnya. Dan blio -- yang ash shiddiq, yang terkenal santun dan penyayangnya, yang lemah lembutnya tidak diragukan, menjawab sebagian cacian itu.

Ingat, blio menjawab 'hanya sebagian' cacian. Dan ingat juga track record blio... Kalau Abu Bakar sampai menjawab cacian itu... itu berarti cacian itu sudah sedemikian parah. Karena blio adalah ash shiddiq. Karena kasih sayang blio gak diragukan lagi. Karena blio begitu lemah lembutnya.

Dan apa yang terjadi selanjutnya sodara2 ?

Rasullulloh langsung bangun, dan berjalan menjauh. Abu Bakar langsung ikut berdiri dan menyusul.

Berkata blio, Ya Rasululloh, pada saat orang itu tadi mencaciku, engkau hanya diam saja dan tersenyum. Namun pada saat aku menjawab sebagian caciannya, engkau langsung berdiri dan menjauh.

Rasullulloh SAW menjawab, pada saat orang itu tadi mencaci dan engkau diam saja, sesungguhnya malaikat menjawabnya untukmu. Pada saat engkau membalas sebagian caciannya, syetan ikut tersenyum bersamamu. Dan aku tidak mau duduk bersama dengan syetan.

Gambar diambil dari sini.

Tuesday, December 27, 2011

My Hope for Our Parents...

Melihat dan menyikapi kondisi sekitar... Dan mengolah informasi yang masuk dari para ustadz dan ustadzah...

Ada begitu banyak usia produktif yang merasa dilema. Di satu pihak, sedang masa produktif, sedang saatnya untuk memaksimalkan semua potensi dan sumber daya. Di kantor sedang sibuk2 nya, anak2 masih kecil2, keuangan yang belum begitu mapan, rumah yang masih nyicil, urusan nyari sekolah, dan semua tetek bengek yang cukup menguras tenaga, emosi, dan ekonomi.

Sementara di sisi lain, ortu sangat membutuhkan perhatian. Apalagi ortu sudah pensiun, sudah gak ada aktifitas rutin, namun secara fisik masih segar bugar. Ortu masih bisa mengerjakan banyak hal, namun 'dipaksa' gak ada yang dikerjakan. Biasa memikirkan dan ngurusin banyak hal, namun 'dipaksa' untuk tidak ada yang perlu dipikirkan dan anteng2 aja di rumah. Walhasil, justru usaha untuk 'tidak ngapa2-in' dan 'tidak memikirkan' ini yang bikin tambah ruwet. Padahal tidak dipungkiri, in deep, semua orang pasti mengakui jasa kedua orang tua dan pengen berbakti pada kedua orang tua.

So, berangkat dari 'dilema' itu, dan diskusi sama suami, kita berharap suatu saat nanti... sebelum kita benar2 tua, pengen bikin pesantren untuk para orang tua. Di pesantren orang tua ini, para orang tua akan diajak untuk tetap berkarya sesuai keinginan mereka, sesuai kemampuan  mereka, sesuai hobby mereka. Dengan demikian kita berharap para orang tua merasa dibutuhkan, merasa masih punya kemampuan, merasa masih bisa mandiri, masih bisa mendapatkan penghasilan, dan tidak perlu merasa menjadi 'parasit' bagi anak2 nya (meskipun gak ada anaknya yg ngerasa gitu). Dan yang paling penting, orang tua punya kesibukan yang memang mereka senangi, dan bukan karena terpaksa mereka lakukan.

Dalam pikiranku, di pesantren itu nantinya juga akan ada anak2 yatim piatu atau dhuafa, yang menghidupkan pesantren. Di sana mereka bahu membahu dengan para orang tua, sehingga anak2 yang mungkin tadinya kurang perhatian, akan mendapatkan perhatian yang cukup dari para orang tua yang energi untuk memperhatikannya sedang berlebih, sementara anak2-nya sebagian besar sudah mapan. Sehingga klop, saling melengkapi.

Para orang tua yang senang berkebun akan menanam sesuai keinginan mereka. Atau bisa juga menjadi 'mandor' tanam untuk anak2 santri. Dan santri yang rutin merawat tanaman2 itu. Sehingga para orang tua tetap merasa mempunyai andil apabila tanamannya menghasilkan...

Para orang tua yang hobby merajut akan memulai rajutannya, atau mengajari santriwati merajut, dan santri yang akan menyelesaikan rajutannya. Dan hasil rajutan bisa dijual di event2 tertentu... Bayangkan, betapa senengnya para orang tua kalau melihat ternyata di usia yang sudah lumayan, masih bisa melihat hasil karyanya terpampang dan dijual dengan harga lumayan...

Sementara malam hari dipenuhi dengan dengung hafalan Quran dari para santri, dengan diawasi para orang tua. Para orang tua gak harus hafal al quran untuk mengawasi dan mengecek hafalan santri, tetapi bisa dengan membuka al quran. Dengan demikian, pahala dan amal ibadah para orang tua juga mengalir, bahkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir apabila santri selalu mengamalkan hafalannya.

Dan kapan impian ini terwujud ? Akankah terwujud ? Wallohu alam bisshowab... kami hanya menjalani apa yang Allah kehendaki. Apabila Allah ngasih kami rizqi, tenaga, waktu, dll sehingga mengarah kesana, insya Allah akan terwujud... Dan mereka yang berusia produktif tidak perlu merasa dilema lagi, karena orang tuanya sudah merasa berada di tempat yang tepat...

Gambar diambil dari sini dan sini.

Monday, December 5, 2011

Tawakkal...


Jika semua yang kita inginkan harus kita miliki, darimana kita belajar keikhlasan ?

Jika semua yang kita mau harus terpenuhi, darimana kita belajar kesabaran ?

Jika doa kita langsung dikabulkan, darimana kita belajar untuk memaksimalkan kemampuan yang diberikan kepada kita ?

Jika kehidupan kita selalu bahagia, darimana kita dapat mengenal Allah SWT lebih dekat ?

Tetap yakin bahwa segala ketentuan-Nya adalah yang terbaik untuk kita.
Dialah Allah, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang terhadap hamba-Nya.

== disalin dari sms motivasi seorang sahabat... Tengkyu yaks...

Gambar diambil dari sini.

Wednesday, November 23, 2011

Pengen Mesin Produksi...

Kali ini pengen sharing tentang produksi. As U know, Anugrah sudah produksi beberapa bulan menjelang lebaran 2011. Ribetnya sebenernya sudah mulai jauh2 bulan sebelumnya (bukan hitungan hari lagi, jadi bukan jauh2 hari, tapi jauh2 bulan, hehehe). Mulai dari perburuan bahan, peralatan jahit, SDM, tempat makloon, dan tentu saja, perburuan mesin jahitnya.

Hmm... panjang kalo ditulis semua. So, untuk postingan kali ini, khusus tentang perburuan mesin jahit dan mesin2 lainnya untuk produksi.

Hasil nanya kesana dan kesini, juga ke para produsen yang ujungnya biasanya bilang daripada repot mending makloon aja ke mereka, akhirnya berhasil juga kita mengumpulkan informasi secuil demi secuil. Berhubung kita minatnya ke produksi bahan kaos, jadi ya info yang kita cari mengarah kesana. Info penting pertama buat kita adalah, bahwa untuk produksi bahan kaos, mesin minimal yang dimiliki adalah : overdeck, obras, sama mesin jahit.

Next, dimana beli mesin2 itu ? Paling gak lumayan lah, sekarang pertanyaan yang kita ajukan bisa lebih menjurus. Mulai lagi nanya2, plus googling. Hasilnya, toko mesin jahit yang direferensikan ada 3 :

1. http://www.sinartokotiga.com
Kalo kita googling tentang mesin jahit dan mesin2 produksi, hampir dipastikan web toko ini bakal muncul di page pertama. Dan aku juga nemukan blog mereka yang pernah beli disitu dan puas dengan mesin dan harganya. Jadi toko ini layak buat masuk ke daftar referensi. Contact yang bisa dihubungi : sms call 021-97807599 / dewi atau telpon ke 021-6914408.

2. Cipulir Service Jaya
Toko ini ada di Cipulir, no telp nya 021 7266588. Hasil googling juga bilang toko ini murah dan mesin yang direferensikan bagus.

3. Elis
Lokasi toko di tanah abang, belakang blok A. Notel 021 3919909, 021 3150511, 021 31936570. Toko ini satu2 nya yang kita survey liat lokasi, sementara yang lain surveynya hanya googling dan by phone. Toko ini juga satu2 nya yang didapat bukan dari hasil googling, tapi dari salah satu vendor kami yang ramah dan baik hati, yang sudah lama menjadi pelanggan disana.

Dan untuk diketahui saja, pada saat kesana, kita kagetnya bukan main. Bentuknya sama sekali gak seperti toko mesin jahit. Tapi lebih mirip tempat rongsokan mesin jahit :-(. Cuman karena hasil survey harga via phone dia paling murah, dan karena percaya sama rujukan supplier ku tadi, jadinya kita nyoba juga ngeliat kesana.

Toko ini, yang depan memang tempat service mesin jahit, dan penampakannya seperti yang tak sebut tadi, jauh lebih mirip tempat rongsokan mesin jahit. Trus katanya, toko Elis yang jual mesin baru ada di belakangnya. Walhasil, kita ke belakangnya, melewati gang sempit yang juga 'cukup parah'. Dan sampailah kita ke ... waduh... apa ya namanya... yang jelas bentuknya lebih parah sedikit dari yang depan :-)

Belum pelayanannya... kalo pemiliknya ramah, tapi kasirnya itu, aduh... parah dech :-( Tapi dari hasil ngobrol sama pemilik, plus ngobrol sama teknisi kepercayaannya, baru kita tahu, ternyata Elis memang (sepertinya) importirnya mesin. Jadi dia distributornya mesin jahit. Pembelinya itu para toko mesin jahit. Mangkanya, pas ditanya detil, kayaknya ogah banget (kecuali pemilik dan teknisinya yang dengan ramah ngasih tahu).

Berhubung kita udah 'kadung' sampai sana, dan hasil survey harga by phone dia paling murah, dan referensi dari my fren yang validitasnya sangat kita percaya, meski agak aneh nemuin toko yang sangat gak mirip sama toko ini, tapi jadi juga kita beli disana.

So.. untuk yang sedang berburu mesin... 3 toko tadi lumayan lah buat jadi referensi harga...