Thursday, December 31, 2009

Doa yang dilantunkan Saat Resepsi Pernikahan

Sebenarnya udah cukup lama, cuman filenya ngumpet, jadi baru sekarang bisa diposting. Berikut doa yang dilantunkan suami yang kebetulan mendapat amanah untuk menyusun dan membawakan doa di hajatan tetangga yang menikahkan anaknya.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

‘Audzubillahminassyaithonirrojiim

Bismillahirrahmanirrohiim
Hamdan syakirin, hamdan na’imin, hamdayuafini ‘amahu wa yukafi mazidah,
ya rabbana lakal hamdu kama yambaghilii jalalii wajhikal kariimi wa ‘adzimi sulthonik
Subhanallohi wabihamdihi ‘adada kholqihi, waridho nafsihi, wazinata arsihi wa midada kalimatih.

Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang kepada malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)
Ya Alloh Yang Maha pengasih, kami berkumpul di sore hari ini dalam rangka beribadah kepadamu, untuk mewujudkan rasa syukur kami atas pernikahan Mas … dan Mbak….., kami mohonkan kekuatan dan kebersihan hati, agar kami dapat melaksanakan acara ini dengan lancar, aman, dan tertib.
Ya Alloh Ya Razak, Alloh yang maha pemberi rezki, berkahilah pernikahan kedua mempelai pada khususnya, dan kepada kami semua pada umumnya, dan satukanlah kedua pengantin, buatlah mereka senantiasa dalam kebaikan, ya Alloh.
Ya Allah, ya rahman, ya rahim, pemilik kasih dan sayang, perkenankanlah dan limpahi kepada kami, cinta yang senantiasa menjadi ikatan suci perkawinan. Sebagaimana cinta yang engkau anugerahkan kepada Rasul-Mu yang mulia, para sahabat, dan orang-orang saleh sebelum kami, di dalam membina maghligai pernikahan, yang mawadah, warahmah, walmaghfiroh.
Ya Alloh yang maha berkehendak, jadikanlah kami sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai di kala dekat, saling menjaga kehormatan di kala jauh , saling menghibur di kala duka, saling mengingatkan dan berbagi di kala bahagia, saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan saling menyempurnakan dalam peribadatan.
Ya Allah yang maha kuasa, dengan amanat-Mu menjadikan mereka sebagai pasangan, dengan kalimat-kalimat-Mu dihalalkan bagi mereka kehormatannya. Jika Kau tetapkan bagi mereka memiliki keturunan, jadikan keturunan mereka yang memiliki keberkahan dan kemuliaan, dan jangan jadikan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya.
Ya Allah yang maha lembut, karuniakan pada mereka kelembutan pasangan, kasih sayang, dan ketulusan, ridhai mereka bersama pasangannya. Himpunkan mereka dalam rumah tangga yang paling baik, penuh kasih sayang dan kebahagiaan. Sesungguhnya Engkau mencintai yang halal dan membenci yang haram.
Ya Allah penguasa pengetahuan, karuniakan pada mereka dan kami keturunan, dan jadikan ia anak yang bertakwa dan cerdas, tidak ada kekurangan dalam fisiknya, dan jadikan kesudahannya senantiasa di dalam kebaikan. Dan jadikanlah kami dan anak cucu kami orang-orang yang tetap mendirikan shalat.
Ya Allah pemilik kebahagiaan, sempurnakanlah kebahagiaan mereka, dengan menjadikan perkawinan ini sebagai ibadah kepada-Mu, dan bukti kepengikutan dan cinta kami kepada Sunnah Rasul-Mu.
Ya Alloh yang maha pengampun, kami menyadari bahwa semua amalan yang telah kami lakukan, baik di lingkungan masyarakat maupun keluarga, akan dipertanggungjawabkan di hadapan Mu kelak. Untuk itu kami mohon kepada-Mu, limpahkanlah ampunan dan Ridho-Mu kepada kami semua. Dan kami tahu bahwa tak seorang pun yang akan memberikan pengampunan kecuali hanya Engkau semata.
Ya Tuhanku, tunjukilah kami untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami, dan kepada ibu bapak kami, dan supaya kami dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepada kami, juga kepada anak cucu kami. Sesungguhnya kami bertaubat kepada Engkau, dan golongkanlah kami agar termasuk sebagai orang-orang yang berserah diri
Ya Alloh ya Rabbana, tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat

Rabbana aatina fiddunya hasanah, wafil akhirati khasanah wakina azabannar


Gambar diambil dari sini

Monday, November 30, 2009

Milestone Menjelang 35

Menjelang usia yg ke-35, Allah SWT berkehendak ngasih milestone kehidupan lagi buatku. Disamping mungkin teguran dari Allah, cause selama ini aku terlalu menyombongkan diri dan berbangga, dengan status sebagai ibu rumah tangga, karyawan, dan bisnis yang nempel di aku. Karena dengan adanya banyak status, aku jadi dengan bangganya menyombongkan bahwa kalo ada masalah di satu sisi, aku bisa concern ke sisi yang lain, sehingga gak nguplek di masalah itu terus. Dan ternyata kali ini Allah memberiku ujian disitu...

Berawal dari urusan kantor yang mulai belibet. Mulai rumit, dan gak jelas kapan bakal tersolusi. Sementara, nothing I can do. Eh, ya ada denk... tapi maksudnya, aku bukan termasuk bagian dari mereka yang menentukan solusinya.

Trus pas urusan kantor masih runyam, disambung dengan urusan anak2 yang gak tahu gimana padha rewel, padha usil, jadi padha sering bertengkar. Ditambah dengan mbak di rumah yang jadi pengen pulang karena suaminya sakit gak ada yang ngurus. Plus urusan orang tua yang have a misscommunication sama kita.

Nah... udah mulai cukup puyeng tuch... Tapi ternyata belum semuanya. Ujian dari Allah masih berlanjut. Entah gimana, dengan alasan yg berbeda2, semua karyawan di 2 toko kita pamit, mo keluar. Satu langsung keluar di hari itu. Dan 2 lagi mo keluar ntar akhir desember.

Jadi kloplah sudah. Yang selama ini aku begitu senang dan bangga, karena apabila ada masalah di satu sisi, maka aku bisa 'lari' ke sisi yang lain. Sekarang oleh Allah -- Alhamdulillah -- dikasih masalah lengkap di semua sisi. Lengkap, gak ada yg terlewat.

So, what I'll do next ? Yach.. jujur aja.. berat... baru kali ini aku dapet masalah di semua sisi kehidupanku, di saat yang bersamaan. Langkah pertama, jelas, banyak2 berdoa... Minta tolong sama Allah. Walopun jelas, aku gak tahu samsek gimana yg terbaik dan apa yg harus kuminta. Jadi doanya ya supaya aku bisa memilih dan menetapkan langkah di jalan yang LEBIH diridhoi Allah. Itu aja. Soale kalo 'cuman' yang diridhoi Allah, lha khan banyak tingkatannya. Aku berharapnya supaya dikasih petunjuk mana yang tingkatannya lebih baik di mata Allah, dan dimudahkan untuk menapakinya.

Trus... depend on the problem. Kalo there is something I can do, ya tak lakukan sesuatu. Misalnya kayak problem di karyawan, yang akhirnya jadi ada perubahan besar2 an di system Anugrah yg selama ini jalan. Ya tak coba design system baru, disiapin tools2 nya, dibayangkan case2 nya. Tapi itu pun aku ngebatasi, gak mau terlalu ngotot. Biar level tekanannya masih di level yang bisa ditolerir banget, sehingga gak ngerembet ke anak2. Lha kalo aku ngotot, trus jadi tertekan sendiri karena ngerasa harus ini, harus itu, khawatirnya pas deket anak2, emosi dan energi udah habis. Munculnya uring2 an dech. Kesian anak2 khan...

Nha, untuk case yang aku gak bisa ikut memutuskan solusinya, ya sudah... berdoa aja... Memasrahkan solusi permasalahan pada Allah SWT, sambil berharap dikasih yang terbaik untuk aku dunia akherat. Dan berdoa supaya aku bisa ridho menerimanya. Sehingga berharapnya bisa lulus ujian dengan predikat mumtaz, summa cum laude. Gampang khan ? Jelas enggak, hehehe... Untuk bisa let it flow, aku masih harus banyak berusaha. Lha buktinya masih dapat ujian kayak gini. Kalo udah lulus, ujiannya khan ganti yang lain donk... Gak ujian let it flow lagi...

Gambar diambil dari sini

Monday, November 23, 2009

Ngeles dot com

Selama ini aku gak pernah suka sama ilmu ngeles. Aku sangat gak suka ngomong sama orang yang seneng ngeles, yang pada pinter ngeles. Capek rasanya. Dan permasalahan jadi gak ketemu2. Padahal kalo masalah gak ketemu, solusi juga jadi gak bisa dicari. Lha gimana mo dapet solusi, masalahnya aja masih belum tahu.

Karena itu, selama ini, aku selalu mengutamakan kejujuran. At all. Begitu pula ke anak2, dan ke para karyawan. Kejujuran, keterbukaan, itu yang selalu kita sampaikan ke mereka. Bahwa kalo mereka salah, bilang aja. Kalo tahu2 kita marah setelah mereka ngasih tahu, ya wajarlah, khan punya salah. Tapi dengan itu mereka terbebas dari rasa bersalah, brarti mereka sudah menjadi orang yang berani bertanggung jawab. Dan mereka juga kita dorong untuk melakukan itu, kita yakinkan bahwa kalopun kita marah, sangat tergantung sama level kesalahannya. Insya Allah gak bakalanlah, kesalahan yang kecil bikin kita jadi marah gede. At least, dosanya jadi gak akan diungkit di akherat, karena sudah solve di dunia.

Tapi beberapa pekan terakhir ini, membuat aku berpikir. Dan berdiskusi dengan beberapa orang yang tak anggap mumpuni ilmu agamanya. Supaya aku tahu dan dapat meyakini, bahwa ini benar, benar akherat. Dan insya Allah juga benar dunia. Dan untuk mengetahui rambu2 agama supaya aku gak salah mengambil jalan.

Jadi ternyata, ilmu ngeles itu memang penting dan perlu. Asal kita tahu dimana harus menempatkannya. Dan Rasulullah juga jago ngeles. Mahir taktik. Piawai permainan kata2. Dan rasulullah SAW banyak memakainya untuk keperluan membela diri, dan strategi pada saat perang.

Di posisi aku, gak sampai kayak rasulullah sih... tapi bahwa ngeles adalah ilmu yang perlu kita pelajari, sangat aku rasakan beberapa pekan terakhir ini. Untuk menghadapi orang yang mendholimi kita, ternyata gak bisa dengan menerapkan bicara jujur apa adanya. Karena -- wallohu alam -- sepertinya memang ada orang2 yang memang berniat mendholimi. Nah, kalo dengan mereka yang berniat seperti itu kita mo menerapkan jujur apa adanya, wah... bisa makin terdholimi tuch...

Nah... makanya, 'orang baek' harus juga belajar ngeles. Harus juga punya ilmu ngeles. Harus juga pakar ngeles. Jadi kalo memang dibutuhkan ngeles, kita bisa melakukannya.

Bedanya 'orang baek' yang ngeles dengan mereka yang ngeselin karena ngeles, maybe... kalo orang baek itu tahu bagaimana seharusnya menempatkan diri. Jadi pada saat dibutuhkan jujur, ya jurus jujur apa adanya yang dikeluarkan. Tapi kalo pas ketemu orang yang memang niat gak baik, dia bisa ngeles dengan sukses, tanpa harus berbohong.

Sedangkan kalo orang yang ngeselin karena ngeles, bisa jadi ngeles itu sudah nempel jadi karakternya, kebiasaan. Sehingga kalo dia gak suka, otomatis aja keluar ilmu ngeles. Padahal seharusnya, bukan suka gak suka nya kita yang dipake buat nentukan harus ngeles atau nggak. Tapi efek yang ditimbulkan.

Jadi, belajar ngeles yuk... mari....

Gambar diambil dari sini

Tuesday, November 3, 2009

Test Produk

Sebelum dijual ke konsumen, biasanya semua brand yang ada di Anugrah kita test dulu. Test sederhana sih, dan gak pake teori.

Test pertama, biasanya untuk produk dan brand baju anak2 kita cobakan dulu ke anak2 ku. Gimana komen mereka. Kadang ada yang gak lolos karena panas, gak nyerap keringat. Ada juga yang modelnya mereka ngerasa gak sreg. Nah, kalo udah gitu, aku gak brani ambil produk itu buat dijual di toko. Lha kalo aku sendiri gak yakin dengan kelebihan produk, gimana mo ngeyakinin customer buat beli, ya khan...

Ada juga brand yang udah lolos tes untuk produk anaknya. Terus brand itu ngeluarin produk baru untuk dewasa. Nah, kita coba lagi aja yang dewasanya. Gimana nih. Kali ini, kelinci percobaannya terpaksa aku sendiri. Lha gimana, mosok dicobain ke anak2, jelas mereka gak mau khan... Untuk tes di aku, selain enak dipakai, nyaman, gak gerah, model, warna, dan satu lagi : harga. Karena harga ini juga menentukan. Kalo produk bagus, tapi ternyata harganya terlalu mahal untuk produk di level yang sama, ya bakal susah bersaing khan... Kebalikannya, produk mungkin gak terlalu awet, warna cepet berubah, tapi untuk level harga yang sama, ternyata produk ini yang mutunya terbaik, ya tetep kita ambil.

Nha, itu tes tes di tahap awal sebelum dijual ke konsumen. Namun setelah kita lempar ke pasar, ternyata tetep kudu dipantau. Pantauan pertama, pas pertama kali dijual, jalan gak, ada yang laku gak. Seberapa cepat. Pantauan kedua, setelah sekian bulan, gimana progress penjualan produk itu. Tetep, meningkat, atau turun.

Kadang untuk produk yang bagus dan lumayan mahal, produk di awal2 susah keluar, yang kejual cuman dikit2 banget. Tapi begitu mereka percaya sama produk itu, gak susah lagi kita mengedukasi, otomatis mereka mau produk yang sama dan bersedia membayar harga yang lumayan mahal. Gak ribet lagi sama tawar menawar dan pilih memilih. Cause mereka udah percaya.

Ada lagi jenis kedua, yang di awal lakunya cepet banget, tapi setelah sekian bulan penjualannya menurun. Ini bisa jadi karena konsumen gak puas dengan produk yang dibeli. Jadi pas di awal terjual cepat, mungkin karena konsumen tertarik dengan harga yang murah, model yang bagus, warna, dll. Tetapi setelah produk dipakai, karena banyak hal, ternyata banyak konsumen yang kecewa. Akibatnya jadi gak ada pembelian ulang. Produk jenis ini, Alhamdulillah, sejauh ini gak ada di Anugrah. Kalopun ada, sebaiknya segera ditarik dari peredaran, daripada mengganggu stock di toko.

Jenis ketiga, yang lolos test di kita, tapi ternyata respon pasar gak sama dengan respon kita. Dari awal penjualannya seret. Sampai beberapa bulan tetep seret. Untuk produk kayak gini, ya terpaksa, gimana lagi. Hanya ada satu action : tarik, jual obral. Daripada kelihatan banyak di toko, tapi ternyata banyaknya itu penuh dengan produk yang gak muter...

Wednesday, October 28, 2009

Update ITC Kuningan

Pengen cerita tentang perkembangan di ITC Kuningan. Desember 2008, pada saat Anugrah ambil 2 kios di Lt 4 ITC Kuningan, kondisi di sekitar musholla aduuuhhh... sepine rek. Di lorong belakang gak ada yang buka satupun. Kata pengelola sih karena dulu mo dipake bareng2 sama komunitas, tapi gak jadi. Akhirnya malah jadi tutup terus gitu, kayak gak terurus.

Tapi aku udah bener2 jatuh hati sama kios yang C13/6, meskipun terpencil di lorong yang masih tutup semua itu, dan bentuknya juga 'aneh'. Gak kayak normalnya kios. Tapi hasil keliling dan ngider2 berapa kali, memang kios itu yang paling menawan di hati, hehehe. Dan karena barang kita banyak, jadinya kiosnya dobel sama C6/7. Soale kalo yang C13/6 doank gak bakalan muaaaatttt....

Perkembangan terkini... karena beberapa pertimbangan dan nego yang cukup alot, akhirnya diputuskan cut off yang C13/6, dan lanjut di kios yang C6/7. Dan C13/6 ini, Alhamdulillah, langsung oper ke temen yang udah mulai berbisnis. Tahu gak... setelah postingan tentang C13/6 yang tak cut off itu muncul di blog, banyak yang menghubungi aku, baik telpon, email, atau sms. Ternyata banyak yang berminat yach... Jadi dengan postingan ini tak infokan lagi ya, kalo kios yang C13/6 itu udah laku. Jadi udah gak open lagi.

Trus kios sebelahnya, yang lumayan tusuk sate, udah laku, oleh temenku juga. Trus 2 kios di sisi satunya, sekarang lagi disewa, tapi udah kita konfirmasi katanya mo dibeli juga. Jadi Alhamdulillah, di sekitar situ hampir semua kios udah dibeli. Apalagi dibeli oleh pedagang, dan bukan investor. Kalo pedagang, insya Allah cepet buka, jadi cepet rame. Kalo investor, aduuuh... bisa lama banget, soale dia khan memang nyari gain, bukan niat mo buka. Jadi insya Allah ke depannya kita cukup yakin dengan peningkatan pengunjung.

Pas nemenin temen ke pengelola, masih ada sih, beberapa kios di Lt 4 yang masih open. Ada yang posisinya deket deretan kios kita, tapi gak tusuk sate. Kalo yang tusuk sate kayaknya tinggal 1 kios doank, cuman aku lupa tepatnya. Kalo liat denah, baru tuh, bisa nunjukin, hehehe.

Trus tentang perkembangan jembatan baru, Alhamdulillah, selain mushroom yang memang sejak ramadhan udah buka, rice bowl kayaknya juga udah siap. Trus solaria udah mulai keliatan renov. Bakmi gang kelinci juga udah ada aktivitas renov, kursi2 nya udah banyak terlihat. Di ujung ke Ambass juga udah ada beberapa yang buka.

Dari pengunjung yang lewat, sepetinya memang banyak peningkatan ya... Dulu itu, pas kita baru buka disana, aduuh... bener2 buka hutan dech. Sekarang, kalo aku kesana, udah keliatan tuch, ada arus pengunjung ke area situ. Apalagi setelah kita pasang spanduk 'sentra busana muslim baru', marketing juga ikutan seneng tuch... ramenya nyiprat kesana :-)

So... buat yang lagi mo nyari kios, dan tertarik di Lt 4 ITC Kuningan, coba dech survey. Atau contact aku juga boleh :-)

Psst, baru kemaren marketing ngasih tahu, baru dilaunch program spesial sewa, 7,5 juta setahun. Ada yang berminat ? Hihihi, kok aku udah kayak marketingnya juga ya...