Friday, October 31, 2025

Persiapan Pensiun Berikutnya : Pengeluaran Bulanan

 Masih di serial persiapan pensiun, sebelumnya sudah posting persiapan yang perlu dilakukan : grand why, dan keuangan : dana kesehatan, dana darurat, dan pendidikan anak.

Nah sekarang persiapan berikutnya, masih tentang persiapan keuangan. Tapi kali ini, menghitung berapa kira2 keperluan bulanan pasca pensiun. Dan seberapa kekuatan keuangan kita pasca pensiun.

Ini sangat perlu dilakukan, supaya tidak besar pasak daripada tiang. Supaya kita tidak terlalu mengirit dan hidup sulit padahal uang di tangan karena kekhawatiran yang berlebihan tentang masa depan. Ataupun kebalikannya, hidup dibebaskan sesuai keinginan tanpa menghitung kira2 bagaimana kekuatan keuangan ke depan. Jangan sampai tabungan yang disiapkan untuk berbagai hal jadi terpakai tidak sesuai peruntukannya, hanya karena kita tidak menyiapkan keuangan bulanan.

Jadi bagaimana menyiapkannya ?

Pertama, hitung berapa pengeluaran kita per bulan saat ini. Detil per item. Sudah punya kah ? Kalau belum, segeralah dibuat. Yang ini mah tidak hanya untuk persiapan pendi. Tapi memang perlu untuk perencanaan keuangan kita. Wajib itu.

Nah, dari pengeluaran bulanan saat ini, dipilih lah itu item2 yang tidak akan dikeluarkan lagi kalau pensiun. Misal, biaya perjalanan, biaya makan siang di kantor. 

Tambahkan biaya yang tadinya gak ada, tapi kalau pensiun jadi ada, misal : makan siang di rumah.

Jangan lupa masukkan biaya untuk keinginan2 kita, misal : umroh / jalan2 setiap 3th, Ini diperkirakan aja biayanya kira2 butuh berapa, kemudian split ke biaya per bulan. Misal, umroh sekarang anggaplah per orang 30jt, kita ingin 3th sekali umroh. Maka biaya bulanannya berarti : 30jt : 3 : 12 = 830rb.

Masukkan juga biaya makan di resto. Diperkirakan sesuai gaya hidup yang kita inginkan saat pensiun nanti.

Kalau sudah semua masuk, dijumlahkan semuanya.

Jangan lupa, buatnya di xls saja ya, supaya semua rincian dan total tetap ada, dan kalau dibuat simulasi di akhir nanti lebih mudah.

Misal, ternyata dengan gaya hidup optimis yang kita inginkan, nanti ternyata gak mencukupi. Maka kita bisa membuat simulasi seperti apa gaya hidup yang mencukupi. Bisa jadi dengan mengubah umroh menjadi 5th sekali. Atau cukup sekali. Atau biaya ke resto yang dikurangi. Ada banyak simulasi yang bisa dibuat ke depannya.

Ini tentang menghitung perkiraan pengeluaran bulanan pasca pensiun.

Bagaimana menghitung kekuatannya ? Next postingan ya... :-)

Road to 2nd Curve : Apa yang perlu disiapkan ?

 Di postingan sebelumnya sudah diceritakan latar belakangnya kan ya.

Sekarang mau cerita persiapannya. Plan nya.

Pertama keuangan

Dengan pertanyaan utama : Apakah cukup kuat untuk mengambil pendi ?

Apa saja sih keuangan yang perlu disiapkan kalau mau pensiun ataupun pendi. Dan berapa. Dari seluruh aset atau dari uang pendi ?

Dari belajar otodidak, googling2, ditambah nanya ke AI, muncullah item dan formula untuk persiapan pensiun ataupun pendi ini.

Kesehatan 

Besarannya aku refer ke operasi lutut ibu yang butuh sekitar 100jt per lutut. Jadi per orang anggaplah perlu prepare 150juta. Mustinya 2 lutut per orang sih, jd 400juta. Tapi dari berbagai sumber yang dirangkum, semoga 300juta untuk dana kesehatan pasca pensiun 2 orang cukup lah.

Trus dalam bentuk apa ? 

Karena dana kesehatan ini selain butuh liquid, juga perlu diamankan nilainya. Kenapa liquid ? Ya supaya pada saat dibutuhkan, dia mudah dan bisa cepat ready untuk digunakan. Bayangkan kalau dalam bentuk property, untuk jualnya bisa nunggu beberapa tahun kan. Dan kenapa perlu diamankan nilainya ? Supaya pada saat dibutuhkan, nilainya masih setara dengan pada saat disimpan. Anggaplah kalau pada saat disimpan 100juta cukup untuk operasi 1 lutut, maka kalau suatu saat kita butuh operasi lutut, maka nilai yang kita simpan diharapkan masih cukup.

Nah, apa yang liquid dan cocok untuk mengamankan nilai ? Jawabannya : logam mulia. Jd nnote : persiapan keuangan pertama adalah dana kesehatan sebesar 300jt untuk 2 orang yang kudu disimpan dalam bentuk logam mulia.

Dana darurat

Ya ini perlu disiapkan kalau ada apa2 yang entah apa gt kan ya, refer ke berbagai sumber dan AI, yang googling dan buka referensinya bolak balik bolak balik sampai eneg, ya anggaplah perlu sekitar 300juta.

Dan ini juga kudu liquid dan diamankan nilainya kan ya. Sehingga untuk yang ini, juga dalam bentuk LM.

Pendidikan Anak

Nah, penting ini. Beda2 tergantung situasi masing2. Kebetulan nanti anakku tinggal yang bontot yang masih kuliah. Dan itupun tinggal 2 sd 3 th lah. Jd anggap 50jt lah ya, untuk prepare bontot dan kakaknya. 
Dalam apa nyimpennya ? Ini keknya butuh liquid, dan bisa mudah diambil sebagian2. Jd sepertinya dalam bentuk deposito. Untuk kemudahan ambil sesuai kebutuhan.


Trus apa lagi ? 

Yang utama 3 itu sih. Plus karena sudah panjang, jadi next postingan lagi ya. :-) 

Thursday, October 16, 2025

Road to 2nd Curve

 Sudah pada paham kalau sekarang hidup lagi sulit kan ya. Bisnis lagi berat. Jangankan yang UKM, BUMN ataupun pemerintahan saja juga kencangkan ikat pinggang. Aneh juga ya, kalau semua sulit, trus kemana uang itu mengalir. Pasti ada kan ya. Tp sudahlah, bukan ini yang ingin aku bahas.

Nah, karena kantor lagi sulit, jdnya terjadi pengetatan dimana2. Gak hanya di anggaran, tapi juga di jam kerja. Sehingga disiplin digalakkan lagi. Datang jam 8 balik jam 5. Mungkin wajar ya. Apalagi banyak juga yang lembur ataupun datang lebih awal.

Tapi buatku, ternyata sulit. Lumayan banyak yang harus dikorbankan. Karena pagi itu waktu efektif ku, utk tilawah, olah raga, dan sarapan. Dan ini jadi skip semua.

Awalnya masih diusahakan. Tapi ternyata fisik kena duluan. Vonis muncul : kateter jantung krn ada penyumbatan. Untung gak banyak, msh bisa diperbaiki dengan jaga makan dan olah raga.

Problem berikutnya, transportasi juga skrg padat luar biasa. Transportasi paling cepat dr rmh ke kantor msh KRL. Sbtr sih naik krl nya, tapi skrg itu padatnya minta ampun. Dan idem, tadinya masih diusahakan. Tapi ternyata lututku protes. Makin sakit dia.

Plus satu kebetulan lagi, ada issue di kantor akan ada pensiun dini dengan pesangon lumayan. Sepertinya klop ya. Pas aku kesulitan ada kesulitan yang susah dihindari, dan tyt kemungkinan besar ada solusinya.

So, here i am. Bersiap untuk mengambil program pensiun dini.

Apa yang disiapkan ? 

Pertama. the grand why dulu lah. Supaya gak hilang pegangan begitu itu terjadi ataupun tidak.

Jadi kenapa ambil pendi ? Ya karena tuntutan kantor sudah gak memungkinkan untuk diseimbangkan dengan aktifitas untuk menjaga kondisi fisik dan ruh. 

Sehingga yang harus dijaga kalau nanti jadi pendi, jangan lupa niat awal utk menjaga aktifitas fisik dan ruh. Jangan leyeh2 dan drakoran terus.

Pengen juga lebih rutin nemenin orang tua. Ngajak jalan. Ngajak makan.

Trus gmn, apa persiapan berikutnya ? Next postingan lah ya. Sudah panjang yang ini :-) 

Thursday, September 4, 2025

Sakit

 Ayahku sakit. Mendadak.

Sore masih bisa jalan, masih bisa makan sendiri di meja makan. Malam tahu2 berdirinya goyah. Dan pagi sudah tidak bisa memiringkan badan. Bicara juga susah. 

Langsung kita bawa ke RS, opname. Keluar. Dan gak lama opname lagi. Dan sekarang rawat jalan di rumah lagi.

Sudah bisa makan. Sudah jelas bicara. Bisa panggil aku pas berjarak sekian meter juga. Udah alhamdulillah lah. Ya walaupun masih belum kuat untuk duduk sendiri. 

Kebetulan saya 4 bersaudara, dan semuanya di Depok. 2 orang satu komplek dengan ayah, 1 orang komplek sebelah, dan 1 lagi cukup jauh tapi masih di Depok. Jadi banyak yang bisa ngurus ayah.

Trus ngobrol sama suami. Nanti kita tua kalau tahu2 sakit kek gitu gimana. Karena anak2 cewek semua. Belum tentu ada yang rumahnya dekat dengan kami.

Aku bilang, Allah ngasih ujian sudah dengan perangkatnya. Jadi nanti kek apa ? Ya Wallohualam. Tapi kita percaya aja lah kalau Allah yang akan menjaga kita, sejauh kita masih di jalan Nya.

Wallohualam bishowab

Tuesday, July 29, 2025

Dunia itu ketetapan

 Sering denger kalimat : dunia itu ditetapkan, sementara akherat itu diperjuangkan. Sering  denger kan ?

Aku juga. Tapi ternyata, paham dengan kalimat ini baru-baru ini. Itupun kalau sekarang sudah bisa dibilang paham. Mungkin memang perlu bertahap utk paham ya. Sesuai peningkatan iman kita. Sesuai kapasitas kekuatan kita.

Setelah berbagai ujian menerpa, dan setelah mendengarkan berbagai kajian, baru sedikit2 kami paham.

Dunia itu ditetapkan. Apa impactnya ? Dilakukan saja sesuai porsinya. Karena porsi inilah yang diberikan Allah ke kita. Pada saat itu. Pada saat yang lain bisa jadi berbeda. Tapi pada saat itu, porsi kita yang diberikan Allah itu. Jadi lakukan saja sesuai porsinya.

Aku pernah ngotot melebihi porsiku. Saat itu walaupun bukan mengejar uang (yang nota bene dunia sering dinisbatkan ke uang), tp mungkin aku mengejar aktualisasi diri. Mengejar pengakuan. Penerimaan. Dan mengejar penasaran : apakah aku bisa. Dan itu dunia.

Apa yang terjadi ?

Masalah menimpa. Bolak balik. Bertumpuk2. Dan karena merasa gak mengejar uang, juga gak mengejar jabatan, ego ku masih merasa : aku gak mengejar dunia kok... Kan manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain..

Baru akhir2 ini aku sadar, itu hanyalah excuse. Atau bisa jadi karena pemahamanku dan kualitasku masih segitu. Ternyata 'yang paling bermanfaat' ini juga perlu di framing dulu bahwa dunia itu ketetapan, sedangkan akherat itu diperjuangkan.

Jadi sekarang ini, sebelum memaksimalkan usaha dan nge gas habis, cek dulu, ini dunia atau akherat. Kalau dunia, ya kerjakan sesuai porsinya, karena Allah memang lebih senang porsiku disitu segitu. 

Tapi kalau akherat, nah, gas pol, usahakan maksimal.