Thursday, November 27, 2025

Pengelolaan Dana Pensiun

 Pengelolaan dana pensiun ini relatif ya. Sangat tergantung kondisi masing2.

In my case di postingan sebelumnya, setelah dapat insight untuk infaq dan disimulasikan di xls ternyata oke dan sangat menenangkan, jadi terpikir : kalau infaq bisa, kenapa gak dicoba untuk biaya hidup ?

Karena selama ini, meskipun simulasi sudah dibuat, tapi masih agak mengganjal di kepalaku : kenapa pensiun masih harus menyisihkan dana, dalam arti masih harus menabung. Bukannya menabung itu untuk pensiun ya. Jadi kenapa setelah pensiun masih harus menabung ?

Ini menabung aktif maksudnya ya, di luar dana kesehatan, dana darurat, dan dana2 lain yang sudah pasti akan dikeluarkan yang memang harus sudah dicadangkan.

Di luar itu semua, kenapa masih harus menabung di usia pensiun ?

Ternyata kegalauan ini juga terjawab dengan insigt pengelolaan infaq dipostingan sebelumnya. Jadi saat fokus ke infaq, ternyata kehidupan dibantu dan dimudahkan Allah. Aamiin... 

Mirip dengan infaq, alokasi dana pensiun yang kami dapat, setelah dikurangi segala macam yang memang wajib dialokasikan, tadinya akan disimpan dalam sukuk / deposito. dan bagi hasilnya untuk tambahan biaya hidup bulanan.

Tapi mirip dengan infaq, ternyata ini agak mepet. Tidak ada lagi alokasi untuk umroh tiap 2th misalnya. Padahal kan realitanya uang ada. Tapi kenapa kudu ngirit2 ?

Jadi kita coba simulasikan ulang, dg uang pensiun untuk biaya hidup ini kita ambil 50jt per tahun. Dengan pertimbangan, umroh sekitar 35jt, sehingga mustinya cukup untuk umroh setiap 2th.

Dan tarrrraaaa... ternyata semua saldo jadi positif dan tidak mepet lagi. Means gak perlu ngirit2 lagi. Dan satu lagi yang menyenangkan, kita gak tergantung lagi sama bagi hasil, sehingga tidak harus sukuk / deposito :-) 

Dah... sepertinya ini sudah opsi terbaik yang perlu dilakukan... 
Sudah jauh lebih tenang dan gak ada kegalauan... tinggal istikhoroh untuk memohon ridho Nya... insya Allah...

Road to 2nd Curve : Mengelola Dana Infaq dari Pensiun

Kami punya yayasan beasiswa Anugrah Shidqia, yang sudah 3 tahun memberikan beasiswa untuk mahasiswa berupa uang + pelatihan.

Pertanyaan terbesar saya menjelang pensiun adalah : apakah kami masih mampu untuk menghidupi Anugrah Shidqia pasca pensiun ?

Dari uang pensiun yang didapat, kami coba simulasikan dipotong 2,5% untuk zakat, dan 20% untuk infaq. Dari porsi ini, apakah cukup untuk infaq minimal yang sudah kami rencanakan ? Cukup untuk Anugrah Shidqia juga kah ?

Seperti biasa, untuk simulasi saya selalu menggunakan xls yang kami namai invest plan, yang isinya simulasi cash flow beberapa tahun ke depan. Di-mapping-kan semua pemasukan dan pengeluaran, kemudian di cek saldo nya per bulan. Ditarik dan dibuat simulasinya sampai beberapa tahun ke depan. Sampai aman lah intinya. Kalau dulu, sampai masukin anak2 kuliah. Atau kalau mau beli mobil misalnya, maka kami simulasikan di xls ini, kalau ada saldo yang minus, berarti ada yang perlu disesuaikan.

Kembali ke infaq tadi. setelah 22.5% uang pensiun kami masukkan ke xls simulasi dengan cara yang sebelumnya saya post (slot ZIS 22.5% dimasukkan ke sukuk / deposito, dan diambil bagi hasilnya sebagai pemasukan), ternyata Anugrah Shidqia hampir tidak mendapat slot sama sekali.

Galau aku. Dan sedih. Dan masih agak bingung. Bukannya punya uang banyak (uang pensiun). Tapi kenapa gak bisa menghidupi Anugrah Shidqia. Rasanya ada yang belum pas. 

Akhirnya dapat insight. Dari Allah tentu.

Jadi kenapa musti disimpan semua dan hanya diambil bagi hasilnya ? Mau sampai kapan disimpan ? Sementara infaq yang dibutuhkan di depan mata kenapa tidak bisa dialokasikan ?

Ide yang diberikan Allah adalah : pakai saja dulu. Ambil sesuai kebutuhan. 

Jadi kami simulasikan ulang. Setiap bulan dari slot ZIS ini kami alokasikan >15jt untuk Anugrah Shidqia dan beberapa infaq lainnya. Dan ternyata jauh lebih menenangkan. Infaq tidak perlu menunggu bagi hasil lagi. Dan ternyata kekuatan untuk mendanai infaq2 ini insya Allah masih cukup.

Jadi bismillah... biidznillah... 


Tuesday, November 4, 2025

Road to 2nd Curve : Menghitung Kekuatan Keuangan

 Sekarang saatnya menghitung kekuatan pasca pensiun.

Sudah ketemu formula2 sebelumnya kan ya, asumsinya :
Kesehatan : LM : 300jt
Dana darurat : LM : 300jt
Pendidikan anak : Deposito : 50jt.

Di luar ini, alhamdulillah kami ada infaq rutin yang utamanya untuk yayasan beasiswa Anugrah Shidqia. Sehingga kami perlu mengecek kekuatan anggaran pasca pensiun juga untuk slot yang ini.

Sudah menghitung prediksi total biaya bulanan pasca pensiun juga kan ? Anggaplah nilainya 25jt. Plus infaq dll 10jt. Sehingga bulanan 35jt.

Nah, sekarang kita hitung apakah dengan lumpsum dan pensiun yang didapat cukup untuk menopang pengeluaran yang sudah kita rencanaan ?

Sudah dapat besaran lumpsum nya kan.
Kurangkan dengan biaya kesehatan, dana darurat, dan pendidikan anak. Anggap nilainya jd Y.

Nah, Y ini kalau kita depositokan syariah, atau sukuk syariah, kira2 bagi hasil per tahunnya berapa. Anggap kalau sukuk 6%, dan deposito 5%. 

Maka bagi hasil bulanan yg didapat = Y * 5% /12 = X.

Sehingga bulanan yang diperoleh setelah pensiun = uang pensiun bulanan + X.

Terakhir tentang persiapan keuangan, untuk tahu kekuatan keuangan kita pasca pensiun, bandingkan prediksi pemasukan bulanan ini dengan pengeluaran bulanan.

Kalau pemasukan belum lebih besar dari pengeluaran, maka bisa dilakukan penyesuaian2, baik di pengeluarannya ataupun pemasukannya, sampai tercapai pemasukan > dari pengeluaran.

Nah, hasil penyesuaian inilah menjadi acuan gaya hidup yang cocok, pas, dan make sense dengan jumlah uang yang akan diterima nanti saat pensiun.

Atau sederhananya gini... 

Kebutuhan yang harus dicadangkan : A (kesehatan + darurat + pendidikan anak)
Lumpsum : B
Anggaran yang dimiliki untuk hidup : Y = B - A.

Bulanan : 
Pensiunan bulanan : Z.
Bulanan dari lumpsum : X = Y * 5% /12
Sehingga pemasukan bulanan : Z = X.

Pengeluaran bulanan : N.

Nah, harus X > N. Kalau blm lebih besar, maka lakukan penyesuaian (perubahan gaya hidup), bisa penyesuaian di pemasukan, ataupun di pengeluaran. 

Semoga bermanfaat dan mencerahkan ya... :-)