Thursday, November 27, 2025

Road to 2nd Curve : Mengelola Dana Infaq dari Pensiun

Kami punya yayasan beasiswa Anugrah Shidqia, yang sudah 3 tahun memberikan beasiswa untuk mahasiswa berupa uang + pelatihan.

Pertanyaan terbesar saya menjelang pensiun adalah : apakah kami masih mampu untuk menghidupi Anugrah Shidqia pasca pensiun ?

Dari uang pensiun yang didapat, kami coba simulasikan dipotong 2,5% untuk zakat, dan 20% untuk infaq. Dari porsi ini, apakah cukup untuk infaq minimal yang sudah kami rencanakan ? Cukup untuk Anugrah Shidqia juga kah ?

Seperti biasa, untuk simulasi saya selalu menggunakan xls yang kami namai invest plan, yang isinya simulasi cash flow beberapa tahun ke depan. Di-mapping-kan semua pemasukan dan pengeluaran, kemudian di cek saldo nya per bulan. Ditarik dan dibuat simulasinya sampai beberapa tahun ke depan. Sampai aman lah intinya. Kalau dulu, sampai masukin anak2 kuliah. Atau kalau mau beli mobil misalnya, maka kami simulasikan di xls ini, kalau ada saldo yang minus, berarti ada yang perlu disesuaikan.

Kembali ke infaq tadi. setelah 22.5% uang pensiun kami masukkan ke xls simulasi dengan cara yang sebelumnya saya post (slot ZIS 22.5% dimasukkan ke sukuk / deposito, dan diambil bagi hasilnya sebagai pemasukan), ternyata Anugrah Shidqia hampir tidak mendapat slot sama sekali.

Galau aku. Dan sedih. Dan masih agak bingung. Bukannya punya uang banyak (uang pensiun). Tapi kenapa gak bisa menghidupi Anugrah Shidqia. Rasanya ada yang belum pas. 

Akhirnya dapat insight. Dari Allah tentu.

Jadi kenapa musti disimpan semua dan hanya diambil bagi hasilnya ? Mau sampai kapan disimpan ? Sementara infaq yang dibutuhkan di depan mata kenapa tidak bisa dialokasikan ?

Ide yang diberikan Allah adalah : pakai saja dulu. Ambil sesuai kebutuhan. 

Jadi kami simulasikan ulang. Setiap bulan dari slot ZIS ini kami alokasikan >15jt untuk Anugrah Shidqia dan beberapa infaq lainnya. Dan ternyata jauh lebih menenangkan. Infaq tidak perlu menunggu bagi hasil lagi. Dan ternyata kekuatan untuk mendanai infaq2 ini insya Allah masih cukup.

Jadi bismillah... biidznillah... 


No comments: